Selebriti

Agama Bella Hadid: Identitas Spiritual Supermodel yang Bangga dengan Akar Palestina

Agama Bella Hadid, nama yang tak asing lagi di dunia fashion internasional, sering menjadi sorotan bukan hanya karena penampilannya yang memukau di runway, tapi juga karena keberaniannya menyuarakan identitas dan keyakinannya. Kata kunci “agama Bella Hadid” kerap dicari banyak orang, terutama di Indonesia, karena keunikan latar belakangnya yang campuran Palestina dan Barat. Sebagai anak dari Mohamed Hadid, seorang pengusaha properti asal Palestina yang Muslim, dan Yolanda Hadid, mantan model Belanda, Bella tumbuh di lingkungan yang beragam. Namun, ia tak pernah ragu menyatakan kebanggaannya terhadap Agama Bella Hadid Islam yang diwarisi dari sang ayah.

Dalam berbagai wawancara, Agama Bella Hadid kerap menekankan bahwa agamanya bukan sekadar label, melainkan bagian dari identitas yang membentuk pandangannya terhadap dunia. Ia lahir di Washington, D.C., pada 9 Oktober 1996, dan dibesarkan di California dengan gaya hidup yang lebih sekuler. Meski begitu, pengaruh ayahnya yang religius membuatnya merasa terhubung dengan Islam sejak kecil. Bella pernah bilang bahwa ayahnya selalu berdoa bersama keluarga, dan hal itu meninggalkan kesan mendalam baginya. Pendekatan santai tapi tegas ini membuatnya terlihat seperti figur yang autentik di tengah gemerlap Hollywood.

Agama Bella Hadid sering dikaitkan dengan perjuangannya membela Palestina. Ia tak hanya berbicara soal keyakinan pribadi, tapi juga bagaimana Islam mengajarkan nilai-nilai keadilan dan empati. Di era media sosial, pernyataan-pernyataannya tentang kebanggaan menjadi Muslim sering viral, terutama saat ia memprotes kebijakan diskriminatif seperti Muslim ban di masa lalu. Ini menunjukkan bahwa agamanya bukan hal pasif, melainkan sumber kekuatan untuk bersuara.

Latar Belakang Keluarga dan Pengaruh Ayah terhadap Keyakinan Bella

Ayah Bella, Mohamed Hadid, adalah sosok kunci dalam membentuk pemahaman Bella tentang Agama Bella Hadid Islam. Lahir di Nazareth, Palestina, Mohamed hijrah ke Amerika Serikat sebagai pengungsi pada usia 14 tahun. Pengalaman hidupnya sebagai pengungsi Palestina membuatnya sangat religius, dan ia meneruskan nilai-nilai itu ke anak-anaknya. Agama Bella Hadid sering menceritakan bagaimana ayahnya berdoa bersama mereka, meski keluarga tinggal di lingkungan yang mayoritas non-Muslim.

Dalam sebuah wawancara ikonik dengan Porter magazine pada 2017, Agama Bella Hadid secara terbuka menyatakan, “I am proud to be a Muslim.” Pernyataan ini datang di tengah kontroversi politik seputar imigrasi dan Islam di Amerika. Ia menjelaskan bahwa ayahnya selalu religius dan mengajarkan doa-doa dasar kepadanya serta saudara-saudaranya, Gigi dan Anwar. Pengaruh ini membuat Bella merasa punya akar yang kuat, meski ibunya berlatar belakang Kristen Belanda.

Meski keluarga inti Hadid tidak terlalu ketat dalam praktik keagamaan sehari-hari, Agama Bella Hadid merasa kehilangan karena tidak dibesarkan sepenuhnya dalam “budaya Muslim”. Ia pernah mengungkapkan penyesalan karena tidak bisa belajar lebih dalam tentang Islam sejak kecil akibat pemisahan budaya dari keluarga Palestina ayahnya. Namun, hal itu justru membuatnya semakin menghargai warisan tersebut sekarang. Di usia dewasa, Bella mulai mengeksplorasi spiritualitasnya sendiri, sering menyebut dirinya sangat spiritual dan terbuka terhadap berbagai Agama Bella Hadid, tapi Islam tetap menjadi bagian penting dari identitasnya.

Hubungan dengan ayahnya juga memengaruhi cara Agama Bella Hadid melihat dunia. Mohamed, yang pernah tinggal di Suriah dan Lebanon sebelum ke Amerika, menanamkan rasa empati terhadap isu pengungsi dan ketidakadilan. Bella sering bilang bahwa pengalaman ayahnya sebagai pengungsi membuat perjuangan Palestina terasa sangat personal baginya. Agama Bella Hadid Islam, dalam pandangannya, adalah sumber kekuatan moral untuk terus bersuara, terutama di tengah industri fashion yang kompetitif.

Pernyataan Bella Hadid tentang Kebanggaan Menjadi Muslim

Agama Bella Hadid

Salah satu momen paling ikonik dalam perjalanan Agama Bella Hadid adalah ketika ia secara terbuka menyatakan kebanggaannya sebagai Muslim. Pada 2017, di tengah gelombang protes terhadap kebijakan travel ban Donald Trump yang menargetkan negara-negara mayoritas Muslim, Agama Bella Hadid dan saudarinya Gigi ikut berunjuk rasa di New York. Poster yang mereka bawa bertuliskan solidaritas lintas Agama Bella Hadid, tapi Bella secara spesifik bicara tentang identitas Muslim-nya.

Dalam wawancara yang sama, ia bilang ayahnya selalu religius dan berdoa bersama keluarga. “He was always religious, and he always prayed with us. I am proud to be a Muslim,” ujarnya. Kata-kata ini bukan sekadar pernyataan politik, tapi ekspresi pribadi yang tulus. Agama Bella Hadid merasa terpanggil untuk bicara karena isu tersebut terasa dekat dengan pengalaman keluarganya.

Seiring waktu, Bella semakin vokal. Ia pernah memposting ucapan Ramadan Mubarak di Instagram-nya, menunjukkan solidaritas dengan komunitas Muslim global. Di tahun-tahun berikutnya, ia juga berbagi tentang keinginannya tumbuh dalam budaya Muslim yang lebih dalam. Meski ia mengakui bahwa keluarganya tidak terlalu religius secara tradisional, Bella tetap merasa terhubung dan bangga. Pernyataan ini sering menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang punya latar belakang campuran.

Bella juga menekankan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang dan keadilan. Ia menggunakan platformnya untuk melawan Islamofobia dan mendukung Palestina, yang ia lihat sebagai bagian dari nilai-nilai agamanya. Pendekatannya santai tapi penuh keyakinan membuatnya terlihat sebagai role model yang relatable, bukan figur kaku.

Keterlibatan Bella Hadid dalam Isu Palestina dan Kaitannya dengan Agama

Agama Bella Hadid tak bisa dipisahkan dari dukungannya terhadap Palestina. Sebagai keturunan Palestina, ia sering menggunakan pengaruhnya untuk menyuarakan penderitaan rakyat Palestina. Bella melihat perjuangan ini sebagai bagian dari nilai-nilai Islam yang menekankan keadilan sosial dan perlindungan terhadap yang tertindas.

Ia pernah mengatakan bahwa akar Palestina-nya membuat isu ini terasa sangat pribadi. Ayahnya yang lahir di Nazareth dan menjadi pengungsi membentuk pandangannya sejak kecil. Bella aktif di media sosial, memposting fakta sejarah, mendukung boikot, dan bahkan menghadapi konsekuensi karir karena sikapnya yang tegas.

Dukungan ini sering dikaitkan dengan identitas Muslim-nya. Bella percaya bahwa Islam mendorong umatnya untuk berdiri melawan ketidakadilan. Ia pernah bilang bahwa menjadi Muslim membuatnya lebih peka terhadap isu diskriminasi, termasuk yang dialami komunitas Muslim di Barat. Di tengah kontroversi, Bella tetap konsisten, bahkan saat karir modeling-nya terdampak.

Aktivismenya juga mencakup dukungan terhadap komunitas Muslim secara luas. Dari ucapan selamat Ramadan hingga kritik terhadap kebijakan anti-Muslim, Bella menunjukkan bahwa agamanya adalah sumber motivasi. Ia sering bilang bahwa spiritualitas membantunya menghadapi tekanan industri fashion yang keras.

Kesimpulan

Bella Hadid bukan hanya supermodel biasa; ia adalah figur yang menggabungkan glamor dengan keyakinan mendalam. Agama Bella Hadid, yang berakar pada Islam dari sang ayah Palestina, menjadi bagian integral dari identitasnya. Meski dibesarkan di lingkungan Barat yang lebih sekuler, ia bangga menyatakan “I am proud to be a Muslim” dan terus mengeksplorasi spiritualitasnya.

Dukungannya terhadap Palestina dan perlawanan terhadap diskriminasi menunjukkan bahwa agamanya bukan sekadar warisan, tapi panduan hidup. Di dunia yang penuh sorotan, Bella tetap autentik, santai, tapi tegas dalam keyakinannya. Ia menginspirasi banyak orang untuk bangga dengan akar dan Agama Bella Hadid mereka, apa pun bentuknya.

(FAQs) Tentang Agama Bella Hadid

1.) Apakah Bella Hadid benar-benar beragama Islam?

Ya, Bella Hadid secara terbuka menyatakan kebanggaannya sebagai Muslim, terutama dalam wawancara 2017 dengan Porter magazine. Ia mewarisi keyakinan ini dari ayahnya yang Muslim Palestina, meski praktiknya lebih bersifat spiritual pribadi.

2.) Mengapa Bella Hadid bangga menjadi Muslim?

Bella bangga karena pengaruh ayahnya yang religius dan pengalaman keluarga sebagai keturunan Palestina. Ia melihat Islam sebagai sumber nilai keadilan dan empati, yang selaras dengan perjuangannya membela Palestina.

3.) Apakah Gigi Hadid juga beragama Islam seperti Bella?

Ya, Gigi Hadid memiliki latar belakang yang sama dengan Bella. Mereka berdua mewarisi agama Islam dari ayah mereka, Mohamed Hadid, dan pernah bersama-sama menyuarakan solidaritas dengan komunitas Muslim.

4.) Bagaimana agama Bella Hadid memengaruhi dukungannya terhadap Palestina?

Agama Islam mengajarkan keadilan dan perlindungan terhadap yang lemah, yang menjadi dasar dukungan Bella terhadap Palestina. Ia sering menghubungkan perjuangan rakyat Palestina dengan nilai-nilai agamanya dan pengalaman ayahnya sebagai pengungsi.

5.) Apakah Bella Hadid mempraktikkan Islam secara ketat?

Bella lebih menggambarkan dirinya sebagai sangat spiritual dan terhubung dengan Islam, tapi ia mengakui tidak dibesarkan dalam budaya Muslim yang ketat. Ia fokus pada aspek spiritual dan nilai-nilai moral daripada ritual formal sehari-hari.

Anda Mungkin Juga Membac

Yu Menglong

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button