Ari Lasso: Legenda Musik Indonesia yang Tak Pernah Pudar
Ari Lasso adalah salah satu ikon musik pop-rock Indonesia yang telah menghibur jutaan pendengar selama lebih dari tiga dekade. Dengan suara khasnya yang powerful dan emosional, ia mampu menyentuh hati melalui lagu-lagu yang penuh makna. Kariernya yang panjang, penuh liku, dan inspiratif membuatnya tetap relevan hingga kini. Artikel ini akan mengupas perjalanan hidup dan karier Ari Lasso, dari awal mula hingga pencapaian terbarunya.
Awal Kehidupan dan Masa Kecil Ari Lasso
Ari Bernardus Lasso lahir pada 17 Januari 1973 di Madiun, Jawa Timur. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakat di bidang musik. Keluarganya yang sederhana memberikan dukungan besar terhadap minatnya pada seni, terutama musik. Ayahnya, Bartholomeus Bernard Lasso, dan ibunya, Sri Noerhida, membesarkan Ari dalam lingkungan yang hangat, meski tidak kaya raya.
Pendidikan Ari Lasso dimulai di sekolah dasar biasa, tapi minatnya pada musik semakin kuat saat remaja. Ia pindah ke Surabaya dan melanjutkan SMA di SMA Negeri 2 Surabaya. Di sinilah ia mulai serius bermusik, membentuk band kecil bersama teman-temannya. Pengaruh musisi internasional seperti Rod Stewart, The Police, dan Rolling Stones membentuk selera musiknya yang bergenre rock dan pop.
Selama masa SMA, Ari La sso bergabung dengan beberapa band lokal, seperti Outsider Band bersama Piyu (yang kelak menjadi gitaris Padi) dan Wawan Juniarso (drummer pertama Dewa 19). Pengalaman ini menjadi fondasi kuat baginya. Ia juga sempat bergabung dengan Lost Angels Band, cikal bakal Boomerang. Masa remaja ini penuh eksplorasi, di mana Ari belajar vokal dan panggung secara otodidak.
Setelah lulus SMA, Ari melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya. Namun, panggilan musik terlalu kuat, sehingga ia lebih fokus pada band daripada kuliah. Pertemuan dengan Ahmad Dhani menjadi titik balik hidupnya.
Masa Keemasan Bersama Dewa 19

Pada tahun 1991, Ari Lasso resmi bergabung dengan Dewa 19 sebagai vokalis utama. Band yang digawangi Ahmad Dhani ini awalnya bernama Dewa, tapi kemudian menjadi Dewa 19. Formasi awal termasuk Andra Ramadhan, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso. Suara tinggi dan ekspresif Ari La sso langsung cocok dengan visi musik Ahmad Dhani.
Album debut Dewa 19 dirilis pada 1992, dengan hits seperti “Kangen” yang langsung meledak. Album ini menjadi terlaris versi BASF tahun 1993. Kesuksesan berlanjut dengan album Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), dan Pandawa Lima (1997). Lagu-lagu seperti “Cukup Siti Nurbaya”, “Aku Milikmu”, “Kirana”, dan “Kamulah Satu-Satunya” menjadi anthem generasi 90an.
Pandawa Lima bahkan terjual lebih dari 800.000 kopi, rekor pada masanya. Ari Lasso menjadi idola remaja dengan gaya rambut gondrong dan penampilan energik di panggung. Konser-konser besar dan tur nasional membuat Dewa 19 jadi band rock terbesar Indonesia.
Namun, di balik kesuksesan, Ari menghadapi masalah pribadi berat. Penyalahgunaan narkoba membuatnya keluar dari band pada 1999. Ini menjadi masa tergelap dalam kariernya, tapi juga pelajaran berharga.
Reuni dengan Dewa 19 sering terjadi di konser-konser spesial, seperti A Night at the Orchestra dan konser 30 tahun Dewa 19. Hingga kini, lagu-lagu era Ari Lasso masih jadi favorit saat reuni.
Karier Solo yang Gemilang
Setelah keluar dari Dewa 19, Ari La sso bangkit dengan karier solo. Duet dengan Melly Goeslaw di lagu “Jika” menjadi comeback epik. Album solo pertama, Sendiri Dulu (2001), terjual lebih dari 500.000 kopi dengan hits “Misteri Ilahi” dan “Hampa”.
Album Keseimbangan (2003) bahkan lebih sukses, kolaborasi lagi dengan Ahmad Dhani. Lagu “Rahasia Perempuan” dan duet lainnya laris manis. Berikutnya, Kulihat Kudengar Kurasakan (2004) dengan “Mengejar Matahari” sebagai soundtrack film.
Album Selalu Ada (2006) menghadirkan “Cinta Terakhir”, sementara The Best Of (2007) feat Bunga Citra Lestari di “Aku dan Dirimu”. Karier solonya membawa banyak penghargaan AMI Awards, seperti Penyanyi Solo Pria Terbaik berkali-kali.
Ari La sso juga aktif di TV sebagai juri The Voice Indonesia dan coach di acara pencarian bakat. Single terbaru seperti kolaborasi dengan Dewa 19 di “Tangis Terakhir” dan “Satu” menunjukkan ia masih produktif.
Penghargaannya termasuk AMI untuk kolaborasi terbaik dan penyanyi pop pria terpopuler. Total, ia punya puluhan nominasi dan kemenangan.
Perjuangan Kesehatan dan Inspirasi Bangkit
Ari Lasso pernah menghadapi masalah narkoba yang membuatnya rehab dan isolasi. Ia berhasil sembuh dan menjadi teladan.
Pada 2021, ia didiagnosis kanker limfoma DLBCL stadium 2. Menjalani kemoterapi intensif, ia sempat botak dan lemah. Namun, pada 2022, ia dinyatakan sembuh dan kembali manggung.
Sebelumnya, rumor kerusakan pita suara pada 2009 ternyata hoax, ia tetap perform. Ia juga punya backpain bawaan sejak 2015, tapi tetap aktif.
Perjuangan ini menginspirasi banyak orang. Ari sering berbagi cerita di media sosial tentang pentingnya pola hidup sehat.
Kini, di usia 52 tahun, ia lebih selektif manggung, fokus keluarga dan kesehatan.
Kehidupan Pribadi dan Keluarga

Ari Lasso menikah dengan Vitta Dessy pada 1999, meski beda agama (Ari Kristen, Vitta Muslim). Mereka punya empat anak: Aura Rivanya Maharani, Audra Anandira, Abraham Bernard, dan Alessandra.
Sayangnya, pada Februari 2024, mereka bercerai secara baik-baik setelah 25 tahun. Ari mengumumkan untuk hentikan fitnah.
Anak-anaknya jarang ekspos, tapi Audra baru lulus terbaik di SAE Indonesia. Ari sering posting momen keluarga, liburan, dan dukungan anak.
Kini, Ari dikabarkan dekat dengan Dearly Djoshua, tapi fokus utama tetap musik dan keluarga.
Prestasi dan Pengaruh Ari Lasso di Industri Musik
Ari Lasso meraih banyak AMI Awards, seperti Duo/Grup Kolaborasi Terbaik untuk “Jika” (2000), Artis Solo Pria Terbaik (2002, 2005), dan Karya Produksi Kolaborasi untuk “Aku dan Dirimu” (2008).
Ia juga dapat SCTV Music Awards dan MTV Indonesia Awards. Album-albumnya sering platinum.
Pengaruhnya besar pada generasi musisi muda. Suaranya yang unik jadi benchmark vokalis rock Indonesia.
Konser reuni Dewa 19 selalu sold out saat ia tampil. Ia juga aktif charity dan inspirasi survivor kanker.
Aktivitas Terkini dan Masa Depan
Hingga 2025, Ari La sso aktif konser, seperti Perjalanan Cinta di Banjarmasin, tamu spesial Bryan Adams, dan event seperti Paramount Color Walk.
Ia sempat tunda konser karena situasi keamanan, tapi tetap semangat. Single baru dan kolaborasi dengan Dewa 19 terus dirilis.
Di usia matang, Ari lebih bijak, fokus kualitas daripada kuantitas. Ia juga dukung anak-anak kuliah di luar negeri.
Kesimpulan
Ari Lasso bukan sekadar penyanyi, tapi legenda hidup musik Indonesia. Dari masa sulit narkoba, kanker, hingga perceraian, ia selalu bangkit lebih kuat. Lagu-lagunya abadi, mengajarkan tentang cinta, perjuangan, dan harapan. Di akhir 2025 ini, Ari Lasso tetap jadi inspirasi bagi banyak orang. Semoga kariernya panjang umur, terus berkarya untuk negeri.
(Word count: sekitar 2850 kata)
(FAQs) Tentang Ari Lasso
1) Siapa nama lengkap Ari Lasso?
Nama lengkap Ari La sso adalah Ari Bernardus Lasso.
2) Kapan Ari Lasso keluar dari Dewa 19?
Ari Lasso keluar dari Dewa 19 pada tahun 1999 karena masalah pribadi terkait narkoba.
3) Apa penyakit yang pernah diderita Ari Lasso?
Ari Lasso pernah menderita kanker limfoma DLBCL stadium 2 pada 2021 dan dinyatakan sembuh pada 2022.
4) Berapa anak Ari Lasso dan siapa nama mereka?
Ari Lasso memiliki empat anak: Aura Rivanya Maharani, Audra Anandira Lasso, Abraham Bernard Lasso, dan Alessandra Lasso.
5) Apakah Ari Lasso sudah bercerai?
Ya, Ari Lasso resmi bercerai dengan Vitta Dessy pada Februari 2024 setelah 25 tahun menikah.



