Franco Mastantuono: Permata Muda Argentina yang Bersinar di Real Madrid
Franco Mastantuono telah menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan di dunia sepak bola saat ini. Pemain muda asal Argentina ini bukan hanya talenta biasa; dia adalah contoh nyata bagaimana seorang remaja bisa melonjak cepat dari akademi lokal hingga panggung terbesar Eropa. Lahir pada 14 Agustus 2007 di Azul, sebuah kota kecil di Provinsi Buenos Aires, Mastantuono kini menjadi andalan Real Madrid di usia yang baru menginjak 18 tahun. Dengan gaya bermain yang kreatif, tendangan kaki kiri yang akurat, dan visi permainan luar biasa, dia sering disebut sebagai “generasi baru” sepak bola Argentina.
Perjalanannya dimulai dari hal-hal sederhana, tapi penuh dedikasi. Dari lapangan kecil di kampung halamannya hingga Santiago Bernabéu, Mastantuono membuktikan bahwa bakat sejati tak mengenal batas usia. Di tengah hype besar seputar transfernya ke Real Madrid pada Agustus 2025, dia tetap rendah hati sambil terus bekerja keras. Saat ini, di awal tahun 2026, dia sedang berjuang untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak, tapi potensinya tak diragukan lagi. Mari kita telusuri lebih dalam kisah luar biasa dari pemain yang dijuluki “The Jewel of South American Football” ini.
Awal Hidup dan Masuk ke Dunia Sepak Bola
Franco Mastantuono lahir dalam keluarga yang sangat mencintai olahraga. Ayahnya, Cristian, adalah pelatih sepak bola di River de Azul, klub lokal di kota kecil tempat dia dibesarkan. Sejak usia tiga tahun, Franco sudah mengenal bola bundar, bermain di bawah bimbingan sang ayah. Namun, menariknya, dia juga punya bakat luar biasa di tenis. Pada usia 10 tahun, Franco Mastantuono pernah menduduki peringkat 10 besar nasional di kategori usianya untuk tenis. Banyak orang mengira dia akan menjadi petenis profesional, tapi hatinya ternyata lebih condong ke sepak bola.
Pada 2017, River Plate – klub raksasa Argentina – pertama kali mengajaknya trial. Saat itu, keluarganya menolak tawaran karena ingin Franco fokus pada tenis. Tapi dua tahun kemudian, di 2019, tawaran itu datang lagi, dan kali ini diterima. Franco pindah ke Buenos Aires untuk bergabung dengan akademi River Plate. Keputusan itu menjadi titik balik hidupnya. Di akademi, dia langsung menunjukkan kelasnya. Debut tidak resmi di tim muda pada akhir musim 2019, dan langsung membantu tim juara liga usia mudanya.
Tahun 2020 memang sulit karena pandemi COVID-19, tapi Mastantuono tak berhenti berkembang. Dia terus berlatih keras, bahkan di masa karantina. Pada 2022, performanya di tim muda menarik perhatian Javier Mascherano, pelatih timnas U-20 Argentina. Dia dipanggil untuk latihan bersama skuad muda. Ini adalah langkah pertama menuju panggung internasional. Di River Plate, dia terus naik level, dari tim cadangan hingga akhirnya debut senior pada Januari 2024 melawan Excursionistas di Copa Argentina. Gol pertamanya di laga itu membuatnya mencetak sejarah: menjadi pencetak gol termuda River Plate sepanjang masa, mengalahkan rekor Javier Saviola.
Periode di River Plate penuh dengan momen ikonik. Dia bermain dengan kebebasan, menciptakan peluang, dan menunjukkan flair khas pemain Argentina. Dalam 56 pertandingan untuk tim utama, dia mencetak 8 gol dan 5 assist – angka yang sangat impresif untuk pemain berusia 16-17 tahun. Gaya bermainnya yang kreatif, kemampuan menggiring bola, dan tendangan jarak jauh membuatnya dijuluki sebagai “No. 10 sejati” di era modern yang semakin taktis.
Karier Gemilang di River Plate dan Transisi ke Eropa

Di River Plate, Franco Mastantuono benar-benar meledak. Debut resminya di Primera División pada 2024 membuatnya menjadi pemain termuda ketiga yang pernah bermain untuk klub itu. Dia tidak hanya bermain, tapi juga memberikan dampak. Gol voli indahnya melawan Excursionistas menjadi viral di seluruh dunia. Banyak analis membandingkannya dengan legenda seperti Ángel Di María atau bahkan Lionel Messi di masa muda karena kemampuan playmaking-nya.
Di bawah pelatih Martín Demichelis, dia mulai mendapat kepercayaan lebih. Meski ada kritik bahwa dia belum siap bermain reguler, performanya terus meningkat. Dia juga berpartisipasi dalam Copa Libertadores dan kompetisi internasional lainnya, di mana dia menunjukkan mentalitas juara. Prestasi di level klub membuatnya dipanggil ke timnas senior Argentina oleh Lionel Scaloni pada Mei 2025 untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Chile dan Kolombia. Debut seniornya adalah mimpi yang menjadi nyata bagi bocah dari Azul.
Transfer ke Real Madrid menjadi babak baru yang dramatis. Pada Juni 2025, Real Madrid mengumumkan kesepakatan dengan River Plate untuk memboyongnya pada ulang tahun ke-18, yaitu 14 Agustus 2025. Biaya transfer mencapai sekitar €45 juta, dengan klausul tambahan. PSG juga sempat bersaing ketat, bahkan Luis Enrique berbicara pribadi dengannya, tapi Franco Mastantuono memilih Madrid karena visi jangka panjang klub itu. Kontraknya hingga 2031 menunjukkan betapa besar kepercayaan Los Blancos padanya.
Di Madrid, dia langsung diberi nomor punggung 30 dan bergabung dengan skuad utama. Musim 2025/2026 dimulai dengan baik; dia menjadi starter di beberapa laga awal, mencetak gol debut di La Liga melawan Levante pada September 2025. Dia juga menjadi pemain termuda yang start di Liga Champions untuk Madrid pada usia 18 tahun dan 33 hari. Namun, cedera pubalgia menghambatnya. Setelah pulih, menit bermain menurun karena persaingan ketat dengan pemain seperti Vinícius Júnior, Rodrygo, dan Brahim Díaz.
Di awal 2026, situasinya menjadi sorotan. Ada rumor pinjaman ke Napoli atau bahkan PSG, tapi Madrid menolak tegas. Pelatih Xabi Alonso punya rencana khusus untuknya: peran penting di lini serang, terutama setelah absennya Mbappé karena cedera dan Brahim di Piala Afrika. Franco Mastantuono sedang beradaptasi dengan gaya permainan Eropa yang lebih fisik dan cepat, tapi potensinya tetap tinggi. Dia juga memimpikan debut di Piala Dunia 2026 bersama Argentina, di mana dia ingin berdiri di samping idolanya, Lionel Messi.
Gaya Bermain dan Potensi Masa Depan
Franco Mastantuono adalah pemain serba bisa di lini serang. Dia lebih suka bermain sebagai right winger atau attacking midfielder, dengan kaki kiri sebagai senjata utama. Kemampuannya menggiring bola, passing akurat, dan tembakan jarak jauh membuatnya sulit ditebak. Dia punya visi seperti playmaker klasik, tapi juga bisa bertahan dengan baik – sesuatu yang jarang dimiliki pemain muda.
Banyak yang bilang dia mirip Martín Ødegaard muda atau bahkan Julián Álvarez karena kemampuan adaptasinya. Tingginya 178 cm membuatnya cukup kuat dalam duel udara, meski bukan tipe target man. Di Real Madrid, dia harus bersaing dengan bintang-bintang, tapi Alonso percaya dia bisa berkembang jadi pemain kunci. Dengan dual citizenship Argentina-Italia, dia punya opsi lebih jika ingin, tapi hatinya tetap untuk Albiceleste.
Masa depannya cerah sekali. Jika bisa mendapatkan menit reguler, dia berpotensi jadi bintang dunia. Di usia 18, market value-nya sudah mencapai €50-68 juta. Banyak klub besar mengincar, tapi Madrid ingin membangunnya seperti Endrick atau Arda Güler. Untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, dia harus terus membuktikan diri agar masuk skuad Scaloni. Tantangan besar, tapi Franco Mastantuono punya karakter yang tepat: pekerja keras, rendah hati, dan penuh ambisi.
Kesimpulan
Franco Mastantuono adalah bukti bahwa sepak bola Argentina masih melahirkan talenta luar biasa. Dari anak kecil di Azul yang bermain tenis dan bola, hingga menjadi pemain Real Madrid dan timnas senior, perjalanannya inspiratif. Meski ada pasang surut di awal 2026 – cedera, persaingan ketat, dan rumor transfer – dia tetap fokus. Masa depannya tergantung pada kerja keras dan kesabaran, tapi potensinya tak terbatas.
Dia bukan hanya “wonderkid”; dia adalah masa depan sepak bola. Nantikan saja bagaimana dia akan menulis sejarah di Bernabéu dan bersama Argentina di Piala Dunia 2026. Franco Mastantuono, pemain yang layak kita ikuti dengan antusias.
(FAQs) Tentang Franco Mastantuono
1.) Siapa Franco Mastantuono dan klub mana yang dia bela saat ini?
Franco Mastantuono adalah pemain sepak bola muda asal Argentina yang lahir pada 14 Agustus 2007. Saat ini, dia bermain untuk Real Madrid di La Liga Spanyol setelah pindah dari River Plate pada Agustus 2025.
2.) Kapan Franco Mastantuono debut untuk timnas senior Argentina?
Dia mendapat panggilan pertama ke timnas senior pada Mei 2025 oleh Lionel Scaloni untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Chile dan Kolombia, menandai debutnya di level senior.
3.) Apa prestasi terbesar Franco Mastantuono di River Plate?
Prestasi terbesarnya adalah menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah River Plate saat mencetak gol pada Februari 2024 melawan Excursionistas di Copa Argentina, mengalahkan rekor Javier Saviola.
4.) Mengapa Franco Mastantuono memilih Real Madrid daripada klub lain seperti PSG?
Franco Mastantuono memilih Real Madrid karena visi jangka panjang klub itu terhadap pemain muda dan percakapan pribadi dengan pelatih. Meski PSG sempat mendekatinya, dia lebih yakin dengan proyek di Santiago Bernabéu.
5.) Apa tantangan utama Franco Mastantuono di Real Madrid pada awal 2026?
Tantangan utamanya adalah cedera pubalgia yang menghambat performa, persaingan ketat di lini serang, dan kebutuhan menit bermain lebih banyak agar bisa masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026.



