Selebriti

Jennifer Coppen: Perjalanan Hidup Penuh Warna Seorang Aktris Multitalenta Indonesia

Jennifer Coppen adalah salah satu nama yang cukup dikenal di dunia hiburan Indonesia. Dengan darah campuran Belanda-Indonesia, dia membawa pesona unik yang langsung mencuri perhatian sejak debutnya. Lahir pada 20 Juli 2001 di Denpasar, Bali, Jennifer Rochelle Coppen ini tumbuh menjadi aktris, penyanyi, sekaligus content creator yang produktif. Kariernya yang dimulai dari usia remaja hingga kini terus berkembang, membuatnya menjadi inspirasi bagi banyak anak muda.

Di balik senyum manis dan penampilan yang menawan, ada cerita hidup yang penuh liku. Dari masa kecil yang penuh tantangan hingga kehidupan sebagai ibu tunggal, Jennifer menunjukkan ketangguhan luar biasa. Artikel ini akan mengupas lebih dalam siapa sebenarnya Jennifer Coppen, mulai dari latar belakang keluarga hingga pencapaian terbarunya di tahun 2026.

Masa Kecil dan Latar Belakang Keluarga yang Penuh Drama

Jennifer Coppen lahir dari pasangan Richardo Benito Eduwardo Coppen, seorang penyanyi dangdut berdarah Belanda, dan Hotimah Imaniar, wanita asli Indonesia. Perpaduan darah ini memberinya ciri fisik khas: kulit cerah, mata tajam, dan wajah yang mudah diingat penonton sinetron. Namun, kehidupan keluarganya tidak semulus yang dibayangkan orang. Orang tuanya berpisah ketika Jennifer masih kecil, dan ayahnya kemudian meninggalkannya. Kejadian ini menjadi salah satu luka terdalam dalam hidupnya.

Ibu Jennifer, Hotimah, berjuang keras membesarkannya bersama dua adik perempuan, Fierro dan Fabiela Coppen. Sayangnya, pada 4 November 2017, ibunya meninggal dunia karena kanker serviks stadium lanjut ketika Jennifer baru berusia 16 tahun. Kehilangan ini membuatnya harus cepat dewasa, menjadi tulang punggung keluarga di usia yang sangat muda. Jennifer pernah mengaku bahwa masa kecilnya penuh perjuangan, termasuk mengalami bullying di sekolah karena perbedaan fisik dan latar belakang broken home-nya.

Meski begitu, pengalaman pahit ini justru membentuk karakter kuatnya. Jennifer belajar mandiri sejak dini, mulai dari mengurus adik-adik hingga mencari nafkah sendiri. Dia sering berbagi cerita ini di media sosial, mengingatkan pengikutnya bahwa kesulitan bukan akhir, melainkan awal dari kekuatan baru. Hingga kini, semangat itu masih terpancar dalam setiap postingan dan penampilannya.

Awal Karier Akting yang Mengesankan

Jennifer Coppen

Perjalanan karier Jennifer Coppen dimulai saat dia masih duduk di bangku SMP kelas 9. Debutnya terjadi pada 2016 melalui sinetron Romeo dan Juminten, di mana dia memerankan Cheryl Suryo Wicaksono. Peran kecil ini menjadi pintu masuknya ke dunia layar kaca. Baru setahun kemudian, pada 2017, dia mendapatkan terobosan besar dengan memerankan Caca dalam sinetron Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten. Karakter yang ceria dan relatable ini membuat namanya langsung dikenal luas oleh penonton rumah tangga.

Setelah itu, tawaran pun berdatangan. Jennifer tampil di berbagai judul sinetron populer seperti Dia yang Tak Terlihat (2018) bersama Yunita Siregar dan Mawar Eva de Jongh. Dia juga mulai merambah ke format lain, termasuk FTV, film, dan web series. Beberapa karya yang cukup mencuri perhatian adalah Pretty Little Liars versi Indonesia (2019 dan 2022), Akad (2022), serta Mecca I’m Coming (2019). Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai genre, dari drama romantis hingga horor ringan, menjadikannya salah satu aktris muda yang fleksibel.

Selain akting, Jennifer juga menjajal dunia musik. Pada 2017, dia merilis beberapa single seperti “Moonlight” (berduet dengan Bayu Valerinoya) dan “Friends with Benefit” (bersama Rendyapr dan Dycal). Meski tidak sebesar karier aktingnya, musik menjadi salah satu cara dia mengekspresikan emosi. Hingga 2026, Jennifer terus aktif, baik di layar maupun di platform digital, menunjukkan bahwa dia bukan sekadar selebgram biasa.

Kehidupan Pribadi: Cinta, Kehilangan, dan Kebahagiaan Baru

Kehidupan pribadi Jennifer Coppen sering menjadi sorotan publik, terutama karena penuh drama emosional. Pada Agustus 2023, dia melahirkan seorang putri bernama Kamari Sky Wassink. Kelahiran ini sempat menghebohkan karena terjadi di luar nikah. Namun, tak lama kemudian, pada 10 Oktober 2023, Jennifer resmi menikah dengan Yitta Dali Wassink, yang akrab disapa “Papa Dali”. Dali, pria berdarah Belanda-Thai, menjadi sosok pendamping yang sangat dicintai Jennifer dan penggemarnya.

Sayangnya, kebahagiaan itu hanya berlangsung singkat. Pada 18 Juli 2024, Dali meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal. Kepergian mendadak ini membuat Jennifer harus kembali menghadapi kesedihan besar, kali ini sebagai ibu tunggal bagi Kamari yang masih balita. Jennifer terbuka berbagi proses duka dan perjuangannya menjaga kesehatan mental. Dia pernah menulis curahan hati panjang di Instagram, meminta orang tidak meremehkan isu mental health. Sikap terbukanya ini mendapat banyak dukungan dari netizen.

Kini, di tahun 2026, Jennifer menemukan cahaya baru. Kabar pertunangannya dengan Justin Hubner, bek Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa, menjadi berita bahagia yang menggembirakan penggemar. Lamaran yang romantis ini menunjukkan bahwa setelah badai, pelangi selalu ada. Jennifer tampak bahagia, dan hubungan ini menjadi simbol harapan baru bagi banyak orang.

Karier Digital dan Pengaruh di Media Sosial

Selain dunia akting dan musik, Jennifer Coppen juga sukses sebagai content creator. Akun Instagram-nya @jennifercoppenreal20 dan channel YouTube-nya penuh dengan vlog keseharian, tutorial kecantikan, hingga momen bersama putrinya Kamari. Gaya bicaranya yang santai, apa adanya, dan sering bercanda membuat kontennya mudah disukai. Dia juga aktif di TikTok, sering mengunggah video pendek yang lucu atau inspiratif.

Pengaruhnya di media sosial tidak main-main. Dengan jutaan pengikut, Jennifer sering menjadi brand ambassador untuk produk kecantikan, fashion, hingga makanan. Bisnis pribadinya di bidang kuliner dan kecantikan juga mulai berkembang. Dia membuktikan bahwa seorang selebriti bisa multitasking dengan baik, dari syuting sinetron pagi hingga membuat konten malam hari. Di era digital seperti sekarang, kemampuan ini sangat berharga.

Jennifer juga menggunakan platformnya untuk menyuarakan isu penting, seperti kesehatan mental, pentingnya keluarga, dan penerimaan diri. Pesannya selalu positif, mengajak pengikut untuk tetap kuat meski hidup penuh cobaan. Itulah yang membuatnya bukan hanya entertainer, tapi juga role model bagi generasi muda.

Kesimpulan

Jennifer Coppen adalah bukti nyata bahwa bakat, kerja keras, dan ketangguhan bisa mengubah hidup. Dari anak broken home yang menghadapi bullying hingga menjadi aktris, ibu, dan content creator sukses, perjalanannya penuh inspirasi. Meski pernah jatuh berkali-kali—kehilangan ibu, kehilangan suami, hingga tantangan sebagai orang tua tunggal—dia selalu bangkit dengan senyuman.

Di tahun 2026 ini, masa depan Jennifer tampak cerah. Dengan pertunangan baru, karier yang terus naik, dan putri kecil yang menjadi sumber kebahagiaannya, dia siap menulis babak baru yang lebih indah. Jennifer Coppen bukan hanya nama di layar kaca, tapi juga cerita hidup yang mengajarkan kita semua untuk terus berjuang.

(FAQs) Tentang Jennifer Coppen

1.) Siapa Jennifer Coppen sebenarnya?

Jennifer Coppen adalah aktris, penyanyi, dan content creator Indonesia berdarah Belanda-Indonesia. Lahir 20 Juli 2001 di Bali, dia terkenal lewat sinetron seperti Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten dan aktif di media sosial dengan jutaan pengikut.

2.) Apa yang membuat karier Jennifer Coppen begitu menonjol?

Karier Jennifer menonjol karena dia memulai dari usia remaja, memiliki kemampuan akting yang fleksibel di berbagai genre, serta sukses sebagai content creator. Terobosan besarnya datang dari peran Caca di sinetron 2017 yang langsung populer.

3.) Bagaimana kehidupan pribadi Jennifer Coppen saat ini?

Saat ini (2026), Jennifer sedang bertunangan dengan Justin Hubner, pemain Timnas Indonesia. Dia adalah ibu tunggal dari putrinya Kamari Sky Wassink setelah suaminya, Dali Wassink, meninggal dunia pada 2024.

4.) Apa tantangan terbesar yang pernah dihadapi Jennifer Coppen?

Tantangan terbesarnya adalah kehilangan ibu karena kanker pada usia 16 tahun, mengalami broken home, bullying di sekolah, dan kehilangan suami secara mendadak. Semua itu membuatnya harus kuat sebagai ibu tunggal.

5.) Mengapa Jennifer Coppen sering membahas kesehatan mental di media sosial?

Jennifer sering membahas kesehatan mental karena dia pernah mengalami depresi dan duka mendalam. Dia ingin mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan isu ini dan lebih empati terhadap orang yang sedang berjuang.

Anda Mungkin Juga Membac

Calvin Verdonk

Rusia 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button