Lukchup: Permen Manis Mini Thailand yang Menggemaskan dan Penuh Cerita
Lukchup memang sedang naik daun belakangan ini, terutama di kalangan pecinta dessert yang suka hal-hal lucu dan instagramable. Kudapan kecil ini bukan sekadar makanan manis biasa, melainkan seni kuliner yang menggabungkan rasa autentik Thailand dengan kreativitas tinggi. Bentuknya yang menyerupai buah-buahan dan sayuran mini membuat siapa saja langsung tersenyum saat melihatnya. Di Indonesia, lukchup sering disebut sebagai kue buah mini atau look choup, dan popularitasnya meledak berkat media sosial. Banyak orang yang awalnya penasaran karena tampilannya, akhirnya ketagihan karena rasanya yang lembut dan tidak terlalu manis berlebihan.
Sebagai seseorang yang sering menjelajahi berbagai dessert Asia Tenggara, saya bisa bilang lukchup punya daya tarik tersendiri. Ia bukan dessert yang berat atau creamy seperti cake, melainkan ringan, segar, dan hampir mirip permen tapi dengan tekstur lebih halus. Asal-usulnya dari Thailand membuatnya membawa nuansa budaya yang kaya, dan adaptasinya di Indonesia menunjukkan betapa fleksibel kudapan ini. Mari kita bahas lebih dalam apa itu lukchup, mulai dari sejarah hingga cara menikmatinya.
Sejarah dan Asal-Usul Lukchup
Lukchup, atau dalam bahasa Thai disebut “ลูกชุบ” (luk chup), memiliki cerita panjang yang dimulai dari pengaruh Portugis di Thailand pada abad ke-16. Saat pedagang Portugis datang, mereka membawa resep marzipan—kue manis dari pasta almond yang populer di Eropa. Karena almond sulit didapat di Thailand, penduduk lokal berinovasi dengan mengganti almond menggunakan kacang hijau (mung bean) yang melimpah. Hasilnya adalah lukc hup seperti yang kita kenal sekarang: adonan kacang hijau yang dibentuk cantik dan dilapisi jelly tipis.
Awalnya, lukchup hanya disajikan untuk keluarga kerajaan karena proses pembuatannya rumit dan memerlukan keterampilan tinggi. Para pembuat kue harus mahir membentuk adonan menjadi bentuk buah atau sayur yang realistis, lalu mewarnainya secara manual agar mirip aslinya. Lambat laun, ketika Thailand semakin terbuka, lukc hup mulai dijual di pasar dan toko dessert biasa. Nama “luk chup” sendiri berasal dari kata “luk” yang berarti anak kecil atau potongan kecil, dan “chup” yang artinya mencelup atau melapisi—mengacu pada proses mencelup adonan ke jelly atau pewarna untuk memberikan lapisan mengkilap.
Di era modern, lukchup tetap mempertahankan esensi tradisionalnya sambil beradaptasi dengan selera kontemporer. Beberapa varian sekarang menggunakan rasa tambahan seperti pandan, kelapa, atau bahkan matcha, meski versi klasik dengan kacang hijau tetap paling dicari. Di Indonesia, lukc hup masuk sekitar beberapa tahun terakhir dan langsung viral karena bentuknya yang imut serta cocok untuk hampers atau foto OOTD makanan. Banyak home baker lokal yang mulai membuatnya sendiri, menambahkan sentuhan kreatif seperti bentuk karakter kartun atau warna-warna pastel yang lebih soft. Proses evolusi ini menunjukkan betapa lukc hup bukan hanya makanan, tapi juga medium ekspresi budaya yang terus berkembang.
Menariknya, di beberapa daerah Thailand, lukchup masih dibuat secara tradisional untuk acara khusus seperti pernikahan atau festival. Ia melambangkan kemakmuran karena bentuk buah-buahan yang melimpah ruah. Di Indonesia, meski belum punya makna simbolis kuat, banyak yang menggunakannya sebagai hadiah ulang tahun atau souvenir karena tampilannya yang eye-catching. Perjalanan lukc hup dari istana kerajaan hingga jadi tren di TikTok dan Instagram memang luar biasa, dan itulah yang membuatnya tetap relevan hingga sekarang.
Bahan-Bahan dan Cara Membuat Lukchup yang Autentik

Untuk membuat lukchup asli, bahan utamanya sederhana tapi harus berkualitas. Kacang hijau kupas menjadi bintang utama—sekitar 250-300 gram untuk satu resep standar. Kacang ini direbus hingga lunak, lalu dihaluskan menjadi pasta halus. Tambahkan santan kental (sekitar 200-300 ml), gula pasir (80-100 gram sesuai selera), sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa, dan daun pandan untuk aroma khas. Campuran ini dimasak hingga mengental dan bisa dibentuk tanpa retak.
Setelah adonan dingin, bagian menyenangkan dimulai: membentuk. Adonan dibagi-bagi, lalu dibentuk manual menjadi mangga, jeruk, cabai, stroberi, atau bahkan sayuran seperti terong dan labu. Keterampilan tangan sangat dibutuhkan di sini—semakin detail bentuknya, semakin mirip aslinya. Setelah dibentuk, lukchup dicelup ke dalam larutan jelly (dibuat dari agar-agar plain, gula, dan air) untuk memberikan lapisan transparan yang mengkilap. Pewarna makanan digunakan untuk memberi warna natural: hijau untuk mangga, merah untuk stroberi, kuning untuk jeruk, dan seterusnya. Proses pencelupan ini yang membuat lukc hup punya kilau cantik dan tekstur kenyal di luar.
Tekstur lukchup yang sempurna adalah lembut di dalam tapi agak kenyal di luar berkat jelly. Jika terlalu lembek, adonan kacang hijau kurang kental; jika terlalu keras, terlalu banyak gula atau overcook. Banyak pemula gagal di tahap ini, tapi dengan latihan, hasilnya bisa sangat memuaskan. Di Thailand, pembuat profesional bisa menghasilkan ratusan lukc hup dalam sehari dengan bentuk yang hampir identik. Di rumah, cukup buat 20-30 biji dulu untuk latihan. Simpan di kulkas agar jelly set sempurna, dan tahan hingga 3-4 hari. Jika ingin lebih awet, bungkus rapat dan hindari suhu ruang terlalu lama.
Varian modern menambahkan inovasi menarik. Misalnya, isi dengan cokelat leleh atau krim keju untuk rasa lebih decadent. Ada juga yang menggunakan pasta kacang merah atau ubi ungu sebagai alternatif kacang hijau. Yang penting, jangan hilangkan esensi mung bean-nya karena itulah yang memberikan rasa khas gurih-manis yang tidak terlalu overpowering. Membuat lukchup sendiri bukan hanya soal makanan, tapi juga terapi—melihat adonan berubah jadi buah mini yang imut rasanya sangat satisfying.
Rasa, Tekstur, dan Cara Menikmati Lukchup
Rasa lukchup memang unik: manis lembut dari gula dan santan, gurih ringan dari kacang hijau, dan segar dari jelly luar. Tidak seperti dessert barat yang creamy atau berlemak, lukchup terasa ringan di lidah—cocok dimakan setelah makan berat atau sebagai camilan sore. Teksturnya yang halus membuatnya mudah larut di mulut, hampir mirip mochi tapi lebih padat dan beraroma kacang. Jelly luar memberikan sensasi kenyal yang menyenangkan, sementara bagian dalamnya lembut seperti fondant tapi tidak lengket.
Saat menggigit, pertama-tama Anda merasakan jelly yang sedikit bouncy, lalu masuk ke pasta kacang hijau yang creamy. Aroma pandan dan santan langsung tercium, memberikan nuansa tropis yang autentik. Karena ukurannya kecil (sekitar 2-3 cm), satu gigitan cukup untuk satu buah, jadi bisa mencoba banyak varian tanpa kekenyangan. Di Thailand, lukchup sering disajikan dengan teh Thailand dingin atau es kopi untuk menyeimbangkan manisnya. Di Indonesia, banyak yang memakannya langsung sebagai dessert setelah makan nasi atau mie.
Cara menikmatinya paling enak adalah dingin dari kulkas—jelly-nya lebih set dan rasanya lebih segar. Jangan makan terlalu banyak sekaligus karena manisnya bisa menumpuk. Idealnya 5-10 biji per orang sebagai porsi camilan. Untuk presentasi, tata di piring cantik atau box transparan agar bentuk buahnya terlihat jelas. Cocok sekali untuk pesta ulang tahun anak-anak karena warnanya cerah dan bentuknya lucu. Orang dewasa pun suka karena terasa premium meski bahannya sederhana.
Bagi yang sedang diet, lukchup relatif rendah kalori dibandingkan cokelat atau kue bolu—satu biji sekitar 30-50 kalori tergantung ukuran. Namun, tetap perhatikan porsi karena gula dan santan tetap ada. Varian tanpa gula tambahan atau menggunakan pemanis alami mulai muncul untuk yang lebih health-conscious. Pokoknya, lukc hup adalah dessert yang fleksibel: bisa dimakan santai di rumah, dibawa piknik, atau dijadikan hadiah.
Popularitas Lukchup di Indonesia dan Masa Depannya
Di Indonesia, lukchup meledak sekitar tahun 2024-2025, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Banyak toko dessert Thailand membuka cabang atau home-based seller yang jualan online via Shopee, Instagram, dan TikTok. Harganya bervariasi: mulai Rp40.000 untuk 20 biji hingga Rp100.000 untuk box premium dengan bentuk custom. Viralnya karena video mukbang dan tutorial membuat lukchup yang ramai ditonton. Orang-orang suka karena selain enak, juga estetik untuk konten.
Banyak influencer makanan yang review lukchup, menyebutnya sebagai “kue imut yang bikin ketagihan”. Di event bazaar atau pasar malam, booth lukc hup selalu ramai karena orang penasaran ingin coba langsung. Adaptasi lokal juga muncul: ada yang bentuknya durian mini, rambutan, atau bahkan karakter anime untuk anak muda. Hal ini membuat lukc hup tidak lagi terasa asing, melainkan bagian dari tren kuliner Indonesia yang kaya pengaruh luar.
Ke depan, lukchup berpotensi besar berkembang lebih jauh. Dengan meningkatnya minat terhadap dessert Asia, kemungkinan besar akan ada workshop membuat lukc hup di berbagai kota. Brand besar mungkin ikut merilis versi kemasan siap makan. Tantangannya adalah menjaga kualitas autentik sambil memenuhi selera lokal—misalnya mengurangi manis atau menambahkan rasa buah tropis Indonesia. Yang jelas, lukchup bukan sekadar tren sementara; ia punya akar budaya kuat dan fleksibilitas tinggi untuk bertahan lama.
Secara keseluruhan, lukchup adalah contoh sempurna bagaimana makanan sederhana bisa jadi seni. Dari dapur kerajaan Thailand hingga meja makan rumah tangga Indonesia, ia membawa kebahagiaan kecil dalam bentuk mini yang menggemaskan. Jika belum pernah coba, segera cari atau buat sendiri—dijamin Anda akan jatuh cinta pada gigitan pertama.
Kesimpulan
Lukchup bukan hanya dessert biasa; ia adalah perpaduan sempurna antara sejarah, seni, dan rasa yang menyenangkan. Mulai dari asal-usul Portugis-Thailand, proses pembuatan yang teliti, hingga popularitasnya di Indonesia, lukchup membuktikan bahwa makanan kecil bisa memberikan pengalaman besar. Dengan rasa lembut, tekstur unik, dan tampilan imut, ia cocok untuk semua usia. Cobalah, dan rasakan sendiri kenapa kudapan ini begitu dicintai banyak orang.
(FAQs) Tentang Lukchup
1.) Apa itu lukchup sebenarnya?
Lukchup adalah dessert tradisional Thailand berbentuk buah atau sayur mini, terbuat dari pasta kacang hijau yang dibalut jelly tipis, dengan rasa manis-gurih yang ringan dan tampilan sangat menggemaskan.
2.) Bahan utama untuk membuat lukchup apa saja?
Bahan utamanya adalah kacang hijau kupas, santan, gula pasir, garam, daun pandan, agar-agar untuk jelly, serta pewarna makanan untuk memberi warna natural pada bentuk buah-sayurannya.
3.) Apakah lukchup halal untuk dikonsumsi di Indonesia?
Ya, lukchup umumnya halal karena tidak mengandung bahan haram seperti alkohol atau gelatin hewani—kebanyakan menggunakan agar-agar nabati, tapi selalu cek label jika beli jadi.
4.) Bagaimana cara menyimpan lukchup agar tahan lama?
Simpan di kulkas pada suhu 4-8°C, tahan hingga 3-4 hari. Hindari suhu ruang terlalu lama karena jelly bisa meleleh, dan bungkus rapat agar tidak menyerap bau lain.
5.) Bisakah saya membuat lukchup di rumah tanpa alat khusus?
Tentu bisa! Cukup dengan panci, blender atau ulekan untuk haluskan kacang, dan tangan untuk membentuk. Tutorial banyak tersedia di YouTube, dan bahan-bahannya mudah didapat di pasar tradisional atau supermarket.



