Paula Verhoeven dan AC Milan: Kisah Model Tanah Air di Kota Fashion Dunia
Siapa Paula Verhoeven? Supermodel Indonesia yang Mendunia
Paula Verhoeven adalah nama yang tak asing lagi di dunia modeling Indonesia. Lahir di Semarang pada 18 September 1987, wanita berdarah campuran Belanda-Tionghoa ini telah membuktikan bahwa talenta dan kerja kerasnya mampu membawanya ke kancah internasional. Dengan tinggi badan mencapai 183 cm, Paula memiliki postur ideal yang membuatnya menonjol di antara model-model Indonesia lainnya. Perjalanan kariernya yang cemerlang dimulai sejak remaja, ketika ia masih tinggal di kota kelahirannya.
Sejak awal, Paula sudah menunjukkan bakatnya di dunia modeling. Ia menjadi finalis GADIS Sampul pada tahun 2001, yang menjadi batu loncatan pertamanya di industri fashion. Kesuksesannya berlanjut ketika ia memenangkan kompetisi Elite Model Look pada 2003. Prestasi ini membuka pintu lebih lebar bagi Paula untuk mengembangkan kariernya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Dengan latar belakang keluarga yang mendukung, Paula yang merupakan anak sulung dari Eddy Verhoeven dan Herlina T. Verhoeven, terus mengasah kemampuannya.
Karier Paula semakin menanjak ketika ia pindah ke Jakarta dan mulai aktif di berbagai ajang fashion show dan pemotretan komersial. Ia tidak hanya dikenal karena pesonanya yang eksotis, tetapi juga profesionalisme dan dedikasinya yang tinggi. Paula bahkan sempat mendirikan Supermodels Project bersama beberapa supermodel Indonesia lainnya seperti Dominique Diyose, Kelly Tandiono, dan Laura Muljadi pada tahun 2018. Sekolah modeling ini menjadi bukti bahwa Paula tidak hanya ingin sukses sendiri, tetapi juga ingin berbagi ilmu dan pengalamannya kepada generasi model berikutnya.
Perjalanan Paula Verhoeven ke Milan: Mimpi Menjadi Model Internasional

Setiap model profesional pasti memiliki mimpi untuk tampil di panggung internasional, dan bagi Paula Verhoeven, Milan adalah salah satu destinasi impiannya. Milan, yang dikenal sebagai salah satu pusat fashion dunia bersama Paris, New York, dan London, menjadi tujuan utama bagi model-model yang ingin mengukir nama di kancah global. Kota di Italia ini adalah rumah bagi Milan Fashion Week, salah satu event fashion paling bergengsi di dunia yang menampilkan karya desainer-desainer ternama seperti Versace, Prada, Dolce & Gabbana, dan banyak lagi.
Pada awal tahun 2014, Paula mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti program joint model di Milan selama tiga bulan. Ini adalah kontrak dengan agensi modeling yang memberinya peluang untuk bekerja dan bersaing dengan model-model dari berbagai negara. Bagi Paula, ini bukan sekadar pekerjaan biasa, tetapi sebuah petualangan yang menantang sekaligus membanggakan. Ia harus meninggalkan zona nyamannya di Indonesia dan Singapura, tempat ia sebelumnya telah bekerja selama empat tahun, untuk menghadapi kompetisi yang jauh lebih ketat di salah satu ibu kota fashion dunia.
Keputusan untuk pergi ke Milan bukanlah keputusan yang mudah. Paula harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari jauhnya jarak dari keluarga, perbedaan budaya, hingga tantangan bahasa. Namun, ambisi dan semangatnya untuk menjadi model internasional lebih besar daripada segala keraguan. Milan menawarkan janji akan pengalaman yang tak ternilai, kesempatan untuk belajar dari yang terbaik di industri, dan peluang untuk menunjukkan bahwa model Indonesia juga mampu bersaing di level tertinggi. Dengan penuh harapan dan tekad yang bulat, Paula pun terbang ke Milan untuk memulai babak baru dalam kariernya.
Milan Bukan AC Milan: Perbedaan yang Perlu Dipahami
Sebelum melanjutkan kisah Paula di Milan, penting untuk mengklarifikasi satu hal yang mungkin membingungkan sebagian orang. Ketika kita berbicara tentang “Paula Verhoeven AC Milan,” banyak yang mungkin mengira ada kaitannya dengan klub sepak bola terkenal Italia, AC Milan. Namun, dalam konteks ini, yang dimaksud adalah kota Milan itu sendiri, bukan klub sepak bolanya. AC Milan atau Associazione Calcio Milan adalah salah satu klub sepak bola paling sukses dan terkenal di dunia, dengan sejarah panjang dan basis penggemar yang fanatik.
Milan sebagai kota adalah sebuah metropolitan yang kaya akan sejarah, seni, dan tentu saja, fashion. Kota ini telah menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan sejak zaman Romawi kuno, dan hingga kini tetap menjadi salah satu kota paling berpengaruh di Eropa. Milan adalah tempat lahirnya banyak brand fashion mewah dan desainer ternama, serta menjadi tuan rumah bagi Milan Fashion Week yang diadakan dua kali setahun. Kota ini memiliki atmosfer yang unik, memadukan keanggunan klasik dengan modernitas yang dinamis.
Jadi, ketika orang mencari informasi tentang “Paula Verhoeven AC Milan,” yang sebenarnya mereka cari adalah pengalaman Paula Verhoeven di kota Milan, Italia, dalam konteks kariernya sebagai model. Tidak ada hubungan langsung antara Paula dengan klub sepak bola AC Milan. Namun, keberadaan klub yang terkenal ini seringkali membuat nama Milan semakin populer di berbagai kalangan, termasuk di Indonesia di mana AC Milan memiliki banyak penggemar. Kota Milan sendiri memang identik dengan dua hal utama: sepak bola dan fashion, dan dalam kasus Paula, ia adalah bagian dari dunia fashion Milan yang glamor dan penuh tantangan.
Tantangan dan Kesulitan Paula Verhoeven di Milan
Pengalaman Paula Verhoeven selama tiga bulan di Milan ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Dalam berbagai kesempatan, Paula pernah bercerita tentang suka duka yang ia alami selama tinggal di kota fashion tersebut. Salah satu tantangan terbesar yang harus ia hadapi adalah cuaca Milan yang sangat berbeda dengan iklim tropis Indonesia. Milan memiliki iklim kontinental dengan musim dingin yang cukup ekstrem. Udara di sana sangat dingin dan kering, yang membuat Paula merasa tidak nyaman. Bagi seseorang yang terbiasa dengan kehangatan tropis, adaptasi dengan cuaca dingin bukanlah hal yang mudah.
Cuaca dingin tersebut tidak hanya mempengaruhi kenyamanan fisik Paula, tetapi juga aktivitas sehari-harinya. Setiap kali harus pergi casting atau audisi, ia harus bersiap menghadapi suhu yang menggigit. Paula pernah mengungkapkan bahwa cuaca dingin membuat semangatnya sedikit menurun, bahkan terkadang membuatnya malas untuk keluar rumah. Padahal, sebagai model yang sedang mencoba menembus pasar internasional, ia harus tetap aktif menghadiri berbagai casting dan audisi untuk mendapatkan pekerjaan. Kondisi ini sempat membuatnya merasa down, meskipun ia tetap berusaha profesional dan tidak menyerah.
Selain masalah cuaca, tantangan terbesar yang dihadapi Paula adalah persaingan yang sangat ketat di Milan. Kota ini adalah magnet bagi model-model dari seluruh dunia yang memiliki impian yang sama: tampil di Milan Fashion Week dan bekerja dengan desainer-desainer ternama. Paula harus bersaing dengan ratusan, bahkan ribuan model lain yang memiliki kualifikasi dan penampilan luar biasa. Ia pernah bercerita tentang pengalaman mengikuti audisi di sebuah showroom yang hanya membutuhkan enam model, tetapi yang mendaftar mencapai 150 orang. Bayangkan betapa ketatnya persaingan tersebut, dan betapa kecilnya peluang untuk terpilih dalam situasi seperti itu.
Prestasi Paula Verhoeven di Milan Fashion Week
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Paula Verhoeven tidak pulang dengan tangan kosong dari Milan. Ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk tampil di Milan Fashion Week, meskipun bukan di acara utama atau main fashion week. Paula tampil di acara pendukung atau supporting event yang juga merupakan bagian dari rangkaian Milan Fashion Week. Bagi banyak model, kesempatan ini tetap merupakan pencapaian yang membanggakan, karena Milan Fashion Week adalah salah satu event fashion paling bergengsi di dunia yang hanya menampilkan model-model pilihan.
Pengalaman tampil di Milan Fashion Week memberikan Paula pembelajaran yang sangat berharga. Ia belajar tentang standar profesionalisme yang tinggi, disiplin yang ketat, dan tuntutan industri fashion internasional yang berbeda dengan di Indonesia. Milan Fashion Week bukan hanya tentang berjalan di atas catwalk, tetapi juga tentang bagaimana model harus mempersiapkan diri secara mental dan fisik, bagaimana berinteraksi dengan tim kreatif, dan bagaimana menampilkan karya desainer dengan sempurna. Semua pengalaman ini memperkaya kemampuan Paula sebagai model profesional.
Selain tampil di fashion week, Paula juga mendapatkan beberapa pekerjaan lain selama di Milan, meskipun ia mengakui bahwa mendapatkan pekerjaan di sana sangat sulit. Namun, fakta bahwa ia tetap mendapatkan kesempatan untuk bekerja menunjukkan bahwa Paula memiliki kualitas yang diakui di pasar internasional. Pengalaman tiga bulan di Milan menjadi portfolio berharga dalam kariernya. Ketika ia kembali ke Indonesia, pengalaman internasional ini menambah kredibilitasnya sebagai model profesional dan membuka lebih banyak peluang di tanah air. Paula membuktikan bahwa model Indonesia mampu bersaing dan tampil di panggung internasional.
Kehidupan di Milan: Budaya, Fashion, dan Atmosfer Kota

Milan adalah kota yang memiliki karakter unik yang berbeda dengan kota-kota besar lainnya di dunia. Sebagai salah satu pusat ekonomi dan fashion di Italia, Milan menawarkan perpaduan antara sejarah yang kaya dan modernitas yang dinamis. Kota ini penuh dengan bangunan bersejarah yang megah seperti Duomo di Milano, kastil Sforza, dan Galleria Vittorio Emanuele II, salah satu pusat perbelanjaan tertua dan terindah di dunia. Bagi Paula yang datang dari Indonesia, atmosfer Milan tentu sangat berbeda dan memberikan pengalaman kultural yang mendalam.
Industri fashion di Milan bukan sekadar bisnis, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas kota itu sendiri. Quadrilatero della Moda atau Fashion Quadrilateral adalah distrik fashion di Milan yang menjadi rumah bagi butik-butik mewah dari brand-brand ternama seperti Gucci, Prada, Versace, Armani, dan banyak lagi. Berjalan di jalanan Milan berarti menyaksikan parade fashion sehari-hari, di mana orang-orang berpakaian dengan sangat stylish dan elegan. Bagi model seperti Paula, tinggal di Milan seperti hidup di dalam majalah fashion yang hidup.
Namun, kehidupan di Milan juga memiliki sisi yang menantang. Biaya hidup di kota ini cukup tinggi, terutama untuk seorang model yang baru memulai karier internasionalnya. Apartemen, makanan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya memerlukan budget yang tidak sedikit. Selain itu, budaya Italia yang berbeda dengan Indonesia juga memerlukan adaptasi. Dari bahasa, kebiasaan makan, hingga cara berkomunikasi dengan orang lokal, semuanya baru bagi Paula. Meskipun Milan adalah kota internasional yang terbuka terhadap orang asing, tetap ada tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali berbeda dengan tanah air.
Pelajaran Berharga dari Pengalaman Milan
Pengalaman tiga bulan di Milan memberikan Paula Verhoeven banyak pelajaran berharga yang membentuk kariernya di masa depan. Salah satu pelajaran terpenting adalah tentang resiliensi dan mental yang kuat. Menghadapi penolakan dalam audisi, bersaing dengan ratusan model lain, dan hidup jauh dari keluarga dalam kondisi cuaca yang tidak nyaman, semuanya menguji mental Paula. Namun, ia belajar untuk tetap bangkit dan terus berusaha meskipun menghadapi kesulitan. Mentalitas ini sangat penting dalam industri modeling yang penuh dengan kompetisi dan ketidakpastian.
Pelajaran kedua adalah tentang standar profesionalisme yang tinggi. Di Milan, Paula menyaksikan langsung bagaimana model-model internasional bekerja dengan disiplin yang luar biasa. Mereka menjaga tubuh dengan ketat, selalu datang tepat waktu, dan menunjukkan profesionalisme dalam setiap pekerjaan. Standar ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang biasa ia temui di Indonesia pada saat itu. Pengalaman ini membuat Paula semakin memahami apa yang diperlukan untuk menjadi model profesional kelas dunia, dan ia membawa standar tersebut ketika kembali ke Indonesia.
Pelajaran ketiga yang tidak kalah penting adalah tentang networking dan membangun relasi di industri fashion. Milan adalah tempat bertemu dengan berbagai profesional dari seluruh dunia, mulai dari desainer, fotografer, makeup artist, hingga sesama model. Paula belajar pentingnya membangun jaringan dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak di industri. Relasi yang dibangun selama di Milan menjadi aset berharga yang terus memberikan manfaat dalam kariernya. Meskipun pengalaman di Milan tidak semudah yang dibayangkan, namun semua tantangan tersebut membentuk Paula menjadi model yang lebih kuat dan berpengalaman.
Paula Verhoeven Pasca Milan: Melanjutkan Karier di Indonesia
Setelah kembali dari Milan, Paula Verhoeven melanjutkan kariernya di Indonesia dengan bekal pengalaman internasional yang berharga. Pengalaman di Milan menjadi nilai tambah yang signifikan dalam portfolio-nya. Ia semakin dikenal sebagai salah satu supermodel Indonesia yang tidak hanya sukses di dalam negeri tetapi juga memiliki pengalaman di kancah internasional. Paula terus aktif di berbagai fashion show, pemotretan komersial, dan menjadi brand ambassador untuk berbagai produk ternama.
Karier Paula tidak hanya terbatas pada modeling. Ia juga mencoba peruntungan di dunia akting dengan membintangi film Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh pada tahun 2014, di mana ia memerankan tokoh Diva, seorang model. Peran ini sangat pas dengan kehidupan nyatanya, dan Paula menunjukkan bahwa ia memiliki talenta tidak hanya di atas catwalk tetapi juga di depan kamera film. Ia bahkan rela pulang ke Indonesia dari Milan untuk menjalani proses syuting film tersebut, menunjukkan komitmennya terhadap proyek tersebut.
Pada tahun 2012, Paula meraih prestasi gemilang dengan menjadi juara pertama Face of Asia, sebuah kompetisi bergengsi yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai supermodel Indonesia. Kesuksesan demi kesuksesan terus diraihnya, dan nama Paula Verhoeven semakin dikenal luas di industri fashion tanah air. Pengalaman internasionalnya di Singapura dan Milan menjadi pembeda yang membuat Paula lebih menonjol dibandingkan dengan model-model lainnya. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, model Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Pernikahan dengan Baim Wong dan Kehidupan Keluarga
Kehidupan pribadi Paula Verhoeven juga menjadi perhatian publik, terutama setelah ia menjalin hubungan dengan aktor dan presenter Baim Wong. Meskipun baru berpacaran selama tiga bulan, Baim sudah berniat untuk menikahi Paula. Lamaran yang dilakukan Baim sangat unik dan anti-mainstream, yaitu dengan menggunakan kostum badut di sebuah pantai di Bali. Lamaran tersebut tentunya mengejutkan Paula dan menjadi momen yang berkesan dalam hidupnya. Acara pertunangan mereka kemudian digelar di Semarang, kampung halaman Paula, dengan menggunakan adat Jawa.
Paula dan Baim Wong resmi menikah pada 22 November 2018. Pernikahan mereka menjadi sorotan media karena menyatukan dua public figure yang sama-sama memiliki karier cemerlang. Dari pernikahan tersebut, Paula dikaruniai dua orang anak laki-laki yang diberi nama Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong. Keluarga mereka dikenal dengan sebutan BAPAU Family, dan mereka sering membagikan momen kebersamaan mereka di media sosial, terutama di YouTube. Channel YouTube Baim Paula memiliki jutaan subscribers dan menjadi salah satu channel keluarga terpopuler di Indonesia.
Kehidupan rumah tangga Paula dan Baim tidak selalu mulus. Mereka pernah mengalami kontroversi, seperti prank KDRT pada tahun 2022 yang menuai kritik keras dari publik karena dianggap tidak sensitif terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga. Paula dan Baim kemudian meminta maaf atas kejadian tersebut. Selain itu, Paula juga pernah mengalami keguguran saat mengandung anak ketiga, sebuah peristiwa yang sangat membekas dan menyedihkan bagi pasangan ini. Namun, mereka tetap kuat dan terus menjalani kehidupan dengan penuh syukur dan optimisme.
Transformasi Spiritual Paula Verhoeven
Salah satu perubahan signifikan dalam hidup Paula Verhoeven adalah transformasi spiritualnya. Paula menganut agama Islam sejak lahir, namun ia baru mulai mengenakan hijab dan menunaikan salat lima waktu secara konsisten sejak Ramadan 2024. Keputusan untuk berhijab ini diambil setelah ia menunaikan ibadah umrah, sebuah perjalanan spiritual yang memberikan dampak mendalam bagi dirinya. Paula mengungkapkan bahwa keputusan ini adalah bagian dari perjalanan hijrahnya yang semakin mendalam dalam memahami dan menjalankan ajaran Islam.
Transformasi spiritual Paula tidak terlepas dari pengaruh orang-orang di sekitarnya, termasuk suaminya Baim Wong. Paula pernah mengungkapkan bahwa ia belajar banyak tentang Islam berkat Baim. Selain itu, ia juga aktif mengikuti pengajian dan belajar dari ustadzah Aisah Dahlan, seorang tokoh yang dikenal memiliki ilmu agama yang luas. Perjalanan spiritual ini menunjukkan bahwa Paula tidak hanya fokus pada karier dan keluarga, tetapi juga pada pertumbuhan spiritual dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Keputusan untuk berhijab tentu merupakan pilihan pribadi yang tidak mudah, terutama bagi seorang public figure yang memiliki jutaan pengikut di media sosial. Namun, Paula menunjukkan bahwa ia berani mengambil keputusan ini dengan penuh keyakinan. Banyak penggemar dan followers-nya yang memberikan dukungan dan apresiasi atas keputusan Paula. Transformasi spiritual ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para wanita yang mungkin juga sedang dalam perjalanan spiritual mereka. Paula membuktikan bahwa hijrah bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang keinginan untuk terus belajar dan menjadi lebih baik.
Bisnis dan Proyek Lain Paula Verhoeven
Selain sebagai model dan artis, Paula Verhoeven juga adalah seorang pengusaha yang cukup sukses. Bersama suaminya Baim Wong, Paula mengelola beberapa bisnis, salah satunya adalah Ayam Gebug Bapau, sebuah usaha kuliner yang menjual ayam dengan konsep unik. Bisnis kuliner ini cukup populer dan memiliki banyak cabang di berbagai kota. Paula terlibat aktif dalam pengelolaan bisnis ini, menunjukkan bahwa ia tidak hanya pandai di depan kamera tetapi juga memiliki jiwa entrepreneurship yang kuat.
Paula juga memiliki bisnis lain bernama Donuthing, yang fokus pada produk donat dengan berbagai varian rasa. Selain itu, ia adalah Creative Director dari Amapola Label, sebuah brand fashion yang mencerminkan selera dan gaya Paula. Melalui Amapola Label, Paula ingin berbagi passion-nya di bidang fashion dan memberikan pilihan outfit yang stylish untuk para wanita. Keterlibatannya di berbagai bisnis ini menunjukkan bahwa Paula adalah sosok yang multitalenta dan tidak hanya mengandalkan karier modeling atau endorsement semata.
Sebagai public figure dengan jutaan followers di Instagram dan TikTok, Paula juga aktif dalam dunia digital. Ia sering berbagi konten tentang kehidupan sehari-hari, tips fashion, beauty, dan juga momen kebersamaan dengan keluarga. Akun YouTube Baim Paula menjadi salah satu sumber pendapatan utama keluarga, dengan jumlah subscribers yang mencapai lebih dari 21 juta. Dari konten-konten yang mereka unggah, Paula dan Baim diperkirakan menghasilkan pendapatan yang sangat signifikan. Kesuksesan di dunia digital ini menunjukkan bahwa Paula mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan karier dan bisnisnya.
Legacy Paula Verhoeven di Dunia Modeling Indonesia
Paula Verhoeven telah meninggalkan jejak yang cukup signifikan dalam industri modeling Indonesia. Dengan pengalaman internasional di Singapura dan Milan, Paula membawa standar baru dalam profesionalisme dan kualitas model Indonesia. Ia membuktikan bahwa model Indonesia tidak kalah dengan model-model dari negara lain dan mampu bersaing di panggung internasional. Pengalamannya menjadi inspirasi bagi banyak model muda yang juga bermimpi untuk go international.
Melalui Supermodels Project yang didirikan bersama tiga supermodel lainnya pada tahun 2018, Paula berkontribusi dalam mendidik dan membentuk generasi model baru di Indonesia. Sekolah modeling ini tidak hanya mengajarkan tentang cara berjalan di catwalk atau berpose di depan kamera, tetapi juga tentang profesionalisme, etika kerja, dan mental yang diperlukan untuk survive di industri yang kompetitif ini. Inisiatif ini menunjukkan bahwa Paula peduli dengan perkembangan industri modeling di Indonesia dan ingin berbagi ilmu serta pengalamannya.
Prestasi-prestasi Paula seperti juara pertama Face of Asia, pengalaman di Milan Fashion Week, dan berbagai fashion show bergengsi lainnya, menjadikannya salah satu supermodel Indonesia yang paling dihormati. Dengan tinggi badan 183 cm, Paula juga dikenal sebagai salah satu model tertinggi di Indonesia, yang memberikannya keunggulan tersendiri di atas catwalk. Legacy-nya tidak hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana ia membuka jalan bagi model-model Indonesia lainnya untuk berani bermimpi besar dan mencapai panggung internasional.
Kesimpulan: Inspirasi dari Perjalanan Paula Verhoeven
Perjalanan Paula Verhoeven dari Semarang ke Milan, dari seorang model lokal menjadi supermodel dengan pengalaman internasional, adalah cerita inspiratif tentang kerja keras, dedikasi, dan ketangguhan mental. Pengalaman tiga bulan di Milan mungkin penuh dengan tantangan dan kesulitan, namun semua itu membentuk Paula menjadi pribadi yang lebih kuat dan profesional. Ia belajar bahwa kesuksesan tidak datang dengan mudah, dan bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Kisah Paula juga mengajarkan kita tentang pentingnya memiliki mimpi dan keberanian untuk mengejarnya. Berangkat ke Milan, salah satu pusat fashion dunia, memerlukan keberanian yang luar biasa. Paula harus meninggalkan zona nyamannya, menghadapi cuaca yang tidak bersahabat, dan bersaing dengan ratusan model dari seluruh dunia. Namun, ia tidak menyerah dan terus berusaha. Pengalaman ini memperkaya kariernya dan memberikan perspektif baru tentang industri fashion global.
Hari ini, Paula Verhoeven bukan hanya dikenal sebagai model atau artis, tetapi juga sebagai pengusaha, ibu, dan sosok yang menginspirasi banyak orang. Transformasi spiritualnya, dedikasinya pada keluarga, dan kesuksesannya dalam berbagai bidang menunjukkan bahwa Paula adalah wanita yang multidimensi. Dari pengalaman di Milan hingga kehidupannya saat ini, Paula terus membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin. Kisahnya adalah pengingat bagi kita semua bahwa setiap perjalanan, tidak peduli seberapa sulit, memiliki pelajaran berharga yang membentuk kita menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.
(FAQ) Tentang Paula Verhoeven
1. Apakah Paula Verhoeven pernah menjadi model di Milan, Italia?
Ya, Paula Verhoeven pernah bekerja sebagai model di Milan, Italia. Pada awal tahun 2014, ia menerima kontrak agensi dan mengikuti program joint model di Milan selama tiga bulan. Selama di sana, ia mendapat kesempatan tampil di Milan Fashion Week, meskipun bukan di acara utama melainkan di acara pendukung. Pengalaman ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier internasionalnya sebagai model.
2. Apa hubungan antara Paula Verhoeven dengan AC Milan?
Tidak ada hubungan langsung antara Paula Verhoeven dengan klub sepak bola AC Milan. Ketika orang mencari informasi tentang “Paula Verhoeven AC Milan,” yang dimaksud adalah pengalaman Paula di kota Milan, Italia, bukan klub sepak bola tersebut. Paula pergi ke Milan untuk mengembangkan karier modelingnya di salah satu pusat fashion dunia, bukan untuk bekerja dengan klub sepak bola AC Milan.
3. Apa tantangan yang dihadapi Paula Verhoeven selama di Milan?
Paula menghadapi beberapa tantangan besar selama tinggal di Milan. Yang pertama adalah cuaca yang sangat dingin dan kering, yang sangat berbeda dengan iklim tropis Indonesia. Kondisi cuaca ini membuatnya tidak nyaman dan terkadang menurunkan semangatnya. Tantangan kedua adalah persaingan yang sangat ketat di dunia modeling Milan. Paula harus bersaing dengan ratusan model dari seluruh dunia untuk mendapatkan pekerjaan, dan ia mengakui bahwa mendapatkan job di sana sangat sulit.
4. Apa prestasi Paula Verhoeven dalam dunia modeling?
Paula Verhoeven memiliki banyak prestasi dalam kariernya sebagai model. Ia menjadi juara pertama Face of Asia pada tahun 2012, memenangkan Elite Model Look pada 2003, dan pernah tampil di berbagai fashion week internasional termasuk Milan Fashion Week dan Arab Fashion Week. Dengan tinggi badan 183 cm, Paula juga dikenal sebagai salah satu model tertinggi di Indonesia. Ia juga mendirikan Supermodels Project bersama tiga supermodel Indonesia lainnya pada tahun 2018.
5. Apa yang dilakukan Paula Verhoeven setelah kembali dari Milan?
Setelah kembali dari Milan, Paula melanjutkan karier modelingnya di Indonesia dengan pengalaman internasional yang berharga. Ia terus aktif di berbagai fashion show dan pemotretan komersial. Paula juga mencoba akting dengan membintangi film Supernova pada 2014. Ia kemudian menikah dengan Baim Wong pada 2018 dan memiliki dua anak. Selain karier di dunia entertainment, Paula juga aktif berbisnis dengan mengelola beberapa usaha kuliner dan fashion, serta menjadi konten kreator dengan jutaan pengikut di media sosial.



