blog

Pasar Lama Tangerang: Surga Kuliner dan Sejarah di Tengah Kota

Jika kamu pernah mendengar tentang Pasar Lama Tangerang, mungkin yang langsung terlintas di pikiran adalah hiruk pikuk pedagang kaki lima, aroma makanan yang menggoda, dan suasana khas jalanan lama yang penuh kenangan. Tapi kawasan ini bukan sekadar tempat makan atau nongkrong. Pasar Lama Tangerang adalah potongan sejarah yang hidup — tempat di mana budaya, kuliner, dan tradisi bersatu dalam harmoni yang unik.

Mari kita bahas lebih dalam tentang keunikan Pasar Lama Tangerang — mulai dari sejarahnya, daya tarik utama, kulinernya yang luar biasa, hingga alasan mengapa tempat ini tetap populer meskipun zaman sudah serba modern.

Sejarah Panjang yang Masih Terasa Hingga Kini

Pasar Lama Tangerang adalah salah satu kawasan tertua di Kota Tangerang. Lokasinya berada di sekitar Jalan Kisamaun, tak jauh dari Sungai Cisadane, yang dulunya menjadi jalur perdagangan penting pada masa kolonial Belanda. Kawasan ini sudah menjadi pusat aktivitas ekonomi sejak ratusan tahun lalu, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Pada masa itu, daerah ini menjadi tempat bertemunya berbagai etnis — Tionghoa, Betawi, dan pribumi — yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi dalam perdagangan. Itulah mengapa sampai sekarang, kamu bisa melihat banyak bangunan tua bergaya kolonial dan Tionghoa klasik yang masih berdiri megah di sepanjang jalan Pasar Lama Tangerang.

Yang menarik, kawasan ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan ekonomi, tapi juga budaya. Banyak warga keturunan Tionghoa yang sudah turun-temurun tinggal di sini dan tetap melestarikan tradisi mereka. Misalnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang selalu dirayakan meriah setiap tahun di sekitar Klenteng Boen Tek Bio, salah satu klenteng tertua di Indonesia. Atmosfernya benar-benar magis dan kental dengan nilai sejarah.

Suasana yang Klasik Tapi Tetap Hidup

Pasar Lama Tangerang

Begitu kamu melangkah ke Pasar Lama Tangerang, rasanya seperti kembali ke masa lalu. Bangunan-bangunan tua dengan cat yang sedikit pudar, papan nama toko bergaya retro, dan lorong-lorong sempit yang ramai pedagang membuat kawasan ini punya karakter yang tidak dimiliki pusat perbelanjaan modern.

Meskipun banyak bagian kawasan sudah direnovasi, pemerintah dan warga setempat berusaha keras mempertahankan identitas klasiknya. Saat sore menjelang malam, kawasan ini berubah menjadi pusat kuliner yang sangat hidup. Lampu-lampu kuning jalanan mulai menyala, aroma sate dan jajanan mulai memenuhi udara, dan pengunjung mulai berdatangan dari berbagai penjuru Jabodetabek.

Menariknya, suasana di sini tidak pernah terasa membosankan. Siang hari terasa lebih santai — cocok untuk kamu yang ingin menjelajah sejarah dan foto-foto di antara bangunan tua. Tapi malam hari adalah waktu terbaik jika kamu datang untuk kulineran. Suasananya ramai, tapi tidak kacau; padat, tapi menyenangkan.

Surga Kuliner yang Tak Pernah Sepi

Kalau ada satu alasan utama orang datang ke Pasar Lama Tangerang, jawabannya pasti: kuliner. Kawasan ini bisa dibilang salah satu “surga makanan jalanan” paling lengkap di sekitar Jabodetabek. Dari makanan tradisional hingga jajanan modern, semuanya ada di sini.

Salah satu kuliner legendaris di kawasan ini adalah Laksa Tangerang. Makanan ini terbuat dari bihun berkuah santan dengan campuran rempah dan topping ayam, tahu, serta daun kucai. Rasanya gurih, creamy, dan khas banget. Laksa di sini berbeda dari laksa Betawi atau Singapura — cita rasanya lebih ringan tapi tetap beraroma kuat.

Selain itu, ada juga Sate Ayam Haji Ishak, yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan dikenal punya daging empuk serta bumbu kacang yang pekat. Jangan lewatkan pula jajanan modern yang lagi viral seperti martabak mini keju cokelat, es kopi susu gula aren, hingga telur gulung jumbo yang sering jadi incaran anak muda.

Satu hal yang perlu kamu siapkan kalau ke sini: perut kosong dan uang tunai secukupnya. Karena begitu kamu mulai berjalan, aroma makanan di sepanjang jalan akan terus menggoda untuk dicicipi.

Spot Wisata dan Budaya yang Wajib Dikunjungi

Selain makanan, Pasar Lama Tangerang juga punya sisi budaya yang menarik. Di kawasan ini terdapat beberapa spot bersejarah yang bisa kamu kunjungi.

Pertama, ada Klenteng Boen Tek Bio, yang berdiri sejak tahun 1684. Ini adalah salah satu klenteng tertua di Indonesia dan menjadi pusat spiritual bagi warga Tionghoa di Tangerang. Arsitekturnya megah dan sarat dengan simbol-simbol budaya Tionghoa yang indah.

Kemudian, ada Museum Benteng Heritage, sebuah bangunan bergaya peranakan yang kini dijadikan museum untuk melestarikan sejarah komunitas Tionghoa Benteng. Di dalamnya, kamu bisa menemukan koleksi benda-benda kuno, foto-foto lama, hingga pakaian tradisional peranakan. Mengunjungi museum ini rasanya seperti membuka lembaran masa lalu yang penuh cerita.

Dan jika kamu suka fotografi, setiap sudut Pasar Lama Tangerang punya keunikan tersendiri. Banyak wisatawan datang hanya untuk berburu foto di depan bangunan tua, mural artistik, atau suasana pasar malam yang penuh warna. Bukan hal aneh jika kawasan ini sering dijadikan lokasi syuting film, vlog kuliner, hingga prewedding!

Tips Penting Sebelum Kamu Berkunjung

Meskipun Pasar Lama Tangerang seru banget buat dikunjungi, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan biar pengalamanmu lebih menyenangkan.

Pertama, datanglah pada sore atau malam hari. Waktu terbaik biasanya mulai pukul 16.00 ke atas, karena sebagian besar pedagang baru buka menjelang malam. Selain itu, suhu udara juga lebih sejuk dan suasananya lebih hidup.

Kedua, gunakan transportasi umum kalau bisa. Kawasan ini cenderung padat, terutama saat akhir pekan. Kalau kamu membawa mobil pribadi, parkiran bisa sangat sulit. Pilihan terbaik adalah naik KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Tangerang. Dari sana, kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai di kawasan pasar.

Ketiga, bawa uang tunai dalam nominal kecil. Meskipun sekarang sudah banyak pedagang yang menerima QRIS atau e-wallet, tidak semua bisa melayani pembayaran digital. Jadi, uang tunai tetap wajib dibawa.

Dan terakhir, jaga barang pribadi kamu baik-baik. Karena tempatnya ramai, selalu pastikan dompet dan ponselmu disimpan dengan aman.

Pesona yang Tak Lekang oleh Waktu

Yang membuat Pasar Lama Tangerang istimewa adalah kemampuannya untuk tetap relevan di tengah modernisasi. Di saat pusat perbelanjaan mewah dan kafe kekinian bermunculan, Pasar Lama Tangerang tetap bertahan dengan identitasnya sendiri.

Kawasan ini adalah contoh sempurna bagaimana sebuah tempat bisa beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Di sini, kamu bisa melihat generasi tua dan muda berinteraksi dalam satu ruang yang sama — pedagang tradisional berdampingan dengan penjual minuman kekinian, wisatawan lokal berbaur dengan warga sekitar.

Pasar Lama Tangerang bukan hanya tempat makan, tapi juga ruang sosial. Banyak orang datang bukan semata untuk kulineran, melainkan untuk menikmati suasana kota yang hidup dan penuh cerita. Di sinilah kamu bisa merasakan denyut kehidupan Tangerang yang sebenarnya — hangat, sederhana, tapi otentik.

Penutup: Pasar Lama, Warisan yang Selalu Layak Dikunjungi

Bagi siapa pun yang ingin merasakan pengalaman otentik tentang Tangerang, Pasar Lama adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sini, kamu tidak hanya akan menemukan makanan enak, tapi juga pelajaran sejarah, interaksi budaya, dan kenangan yang susah dilupakan.

Entah kamu datang bersama teman, keluarga, atau sendirian, kawasan ini selalu punya cara untuk membuatmu betah. Suasana klasiknya, keramahan para pedagang, dan aroma makanan yang menggoda — semuanya berpadu menciptakan pengalaman yang sulit tergantikan.

Jadi, jika akhir pekan nanti kamu belum tahu mau ke mana, coba deh mampir ke Pasar Lama Tangerang. Siapa tahu, dari satu gigitan sate atau semangkuk laksa, kamu bisa jatuh cinta dengan pesonanya yang sederhana tapi menghangatkan.

Anda Mungkin Juga Membaca

Adam Rosyadi

Indonesia vs Korea Utara U17

AFF Cup

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button