Maia Estianty: Ikon Musik Indonesia yang Tak Pernah Pudar
Maia Estianty, atau yang akrab disapa Bunda Maia Estianty, adalah salah satu figur perempuan paling berpengaruh di industri hiburan Tanah Air. Lahir pada 27 Januari 1976 di Surabaya, Jawa Timur, ia tumbuh dalam keluarga terdidik—ayahnya, Harjono Sigit, pernah menjabat sebagai rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS). Dari kecil, bakat musiknya sudah terlihat jelas, mulai dari bermain keyboard hingga memenangkan kompetisi marching band saat SD. Tak hanya itu, di usia remaja ia sempat menjadi model dan bahkan juara keyboardis tingkat Jawa Timur. Perjalanannya di dunia hiburan benar-benar dimulai setelah menikah dengan musisi legendaris Ahmad Dhani, tapi Maia bukan sekadar “istri seseorang”—ia adalah pencipta, produser, dan performer yang mandiri.
Hingga kini, di usia hampir 50 tahun (pada 2026), Maia Estianty tetap eksis. Dari duo Ratu yang meledak di era 2000-an, Duo Maia pasca-perceraian, hingga karier solo, bisnis, dan kehidupan keluarga yang harmonis bersama suami keduanya, Irwan Mussry. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa sukses di berbagai bidang tanpa kehilangan identitas diri. Artikel ini akan membahas secara mendalam sosok Maia Estianty, mulai dari masa kecil hingga pencapaian terkini.
Masa Kecil dan Awal Bakat Musik yang Menonjol
Maia Estianty lahir dari pasangan Harjono Sigit dan Kusthini, dalam keluarga yang kental dengan nilai pendidikan tinggi. Ayahnya bukan sembarang orang; sebagai rektor ITS, beliau menanamkan disiplin dan semangat belajar pada anak-anaknya. Namun, Maia Estianty kecil justru lebih tertarik pada dunia seni daripada pelajaran formal. Sejak SD di Yohanes Gabriel Catholic Elementary School, Surabaya, ia sudah aktif di marching band dan sering menang kompetisi. Bahkan, ia pernah bercerita dalam wawancara lama bahwa ia suka “berantem” dengan teman sekelas—karakternya yang tegas dan berani sudah terlihat sejak dini.
Saat SMP Negeri 1 Surabaya, Maia Estianty mulai menjajal dunia modeling. Di usia 14 tahun, ia menjadi cover girl majalah Aneka Yess dan memenangkan Yess Modelling Competition for Teenagers pada 1990. Tak berhenti di situ, ia juga belajar menjadi disc jockey (DJ) paruh waktu di radio lokal. Bakat keyboardnya semakin terasah; di usia 17 tahun, ia menyabet gelar The Best Keyboardist tingkat Jawa Timur. Keluarga besar sempat menentang karier musiknya karena latar belakang akademis yang kuat, tapi Maia tetap gigih. Ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia, meski sempat konflik dengan ayahnya soal prioritas antara sekolah dan pekerjaan seni.
Pengalaman masa kecil ini membentuk Maia Estianty menjadi sosok yang multitalenta. Ia bukan hanya penyanyi, tapi juga musisi handal yang bisa mengaransemen sendiri. Ketika akhirnya bertemu Ahmad Dhani saat SMA di Surabaya, chemistry mereka langsung klop—baik secara pribadi maupun profesional. Pernikahan di usia muda (1996) justru menjadi turning point kariernya, tapi Maia selalu menegaskan bahwa ia tak pernah sekadar “ikut suami”. Bakatnya yang alami dan kerja keras membuatnya layak disebut sebagai wonder woman di industri musik Indonesia.
Karier Gemilang bersama Duo Ratu: Era Keemasan 2000-an

Tahun 1999 menjadi momen bersejarah ketika Maia Estianty dan Ahmad Dhani mendirikan duo Ratu. Konsepnya unik: Maia sebagai pengendali musik (keyboard, aransemen, produksi), sementara vokalis berganti-ganti—mulai dari Pinkan Mambo, lalu Mulan Kwok (yang kemudian dikenal sebagai Mulan Jameela). Maia-lah otak di balik hits-hits legendaris seperti “Teman Tapi Mesra”, “Lelaki Buaya Darat”, “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu”, dan “Aku Baik-Baik Saja”. Album perdana Ratu (2003) langsung meledak, diikuti No. 1 (2005) yang makin mengukuhkan posisi mereka sebagai duo perempuan terlaris saat itu.
Ratu bukan sekadar grup biasa; mereka membawa angin segar di musik pop Indonesia yang didominasi band pria. Lirik-lirik Maia Estianty sering mengangkat tema hubungan asmara dengan cara jenaka tapi relatable, sementara aransemennya kental nuansa pop-dance yang catchy. Penjualan album mencapai ratusan ribu kopi, dan mereka rutin memenangkan penghargaan AMI, Anugerah Musik Indonesia, hingga SCTV Music Awards. Di balik kesuksesan itu, Maia Estianty juga belajar banyak soal produksi musik—ia tak hanya main keyboard, tapi menguasai studio recording dan manajemen artis.
Sayangnya, era keemasan ini berakhir tragis. Konflik internal, ditambah isu rumah tangga Maia Estianty dan Ahmad Dhani, membuat Ratu bubar pada 2007. Maia menggugat cerai pada November 2007, dan perceraian resmi pada September 2008. Meski berat, momen ini justru membuktikan ketangguhan Maia. Ia tak menyerah; malah bangkit lebih kuat dengan membentuk Duo Maia Estianty bersama Mey Chan. Single seperti “Ingat Kamu” dan “Jangan Coba-Coba” tetap hits, menunjukkan bahwa talenta Maia tak tergantung pada nama besar suami. Karier Ratu tetap dikenang sebagai salah satu duo paling ikonik di Indonesia, dan Maia sering disebut sebagai pionir perempuan di balik layar produksi musik.
Karier Solo, Duo Maia, dan Diversifikasi ke Bisnis serta Televisi
Pasca-Ratu bubar dan perceraian, Maia Estianty tak kehilangan arah. Ia merilis album solo seperti Sang Juara (2008) dan terus berkarya. Duo Maia (bersama Mey Chan) sukses meraih popularitas baru dengan lagu-lagu yang lebih matang dan emosional. Meski Mey Chan akhirnya hengkang, Maia tetap produktif—ia bahkan sempat comeback dengan kolaborasi dan penampilan live yang selalu dinanti. Di era digital sekarang, lagu-lagu lamanya seperti “Teman Tapi Mesra” masih viral di TikTok dan YouTube, bahkan dikenal generasi Z.
Tak puas hanya di musik, Maia Estianty merambah bisnis. Ia mendirikan perusahaan produksi, mengelola brand fashion, hingga terlibat di dunia kuliner. Ia juga aktif di televisi sebagai juri atau pembawa acara, memanfaatkan pengalaman panjangnya di industri hiburan. Channel YouTube Maia Aleldul TV bersama anak-anaknya (Al Ghazali, El Rumi, Dul Jaelani) menjadi sumber hiburan keluarga yang hangat, menarik jutaan subscriber. Di sini, Maia tampil sebagai ibu yang caring sekaligus entertainer.
Pernikahan keduanya dengan pengusaha Irwan Mussry pada 2018 membawa stabilitas baru. Irwan mendukung kariernya, dan Maia Estianty sering berbagi momen bucin di media sosial. Bisnisnya berkembang, dari fashion hingga properti, membuatnya jadi contoh perempuan mandiri pasca-perceraian. Hingga 2025-2026, Maia tetap aktif—ia baru saja merayakan ulang tahun pernikahan kelima dengan cara spesial, tampil langsing dan stylish, serta menghadiri acara keluarga seperti lamaran El Rumi dengan Syifa Hadju. Kariernya membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya.
Kehidupan Pribadi: Keluarga, Perceraian, dan Kebahagiaan Baru
Kehidupan pribadi Maia selalu jadi sorotan. Pernikahan pertamanya dengan Ahmad Dhani menghasilkan tiga putra: Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani—semuanya kini sudah dewasa dan punya karier sendiri di musik serta bisnis. Meski perceraian pada 2008 penuh drama, Maia selalu menjaga hubungan baik demi anak-anak. Ia tak pernah melarang anak-anaknya dekat dengan ayah mereka, bahkan Mulan Jameela (mantan istri Ahmad Dhani) tetap bagian dari lingkaran keluarga besar.
Pada 2018, Maia menikah lagi dengan Irwan Mussry, pengusaha sukses. Pernikahan ini membawa kedamaian; Maia sering berbagi foto mesra, liburan, dan momen sederhana. Ia juga aktif di kegiatan sosial dan keagamaan, menunjukkan sisi religiusnya. Anak-anaknya tumbuh dengan baik—Al, El, dan Dul sering tampil bersama ibunya, membentuk image keluarga harmonis. Baru-baru ini, lamaran El Rumi dengan Syifa Hadju jadi momen bahagia, meski ada ketegangan kecil dengan masa lalu (seperti pertemuan dengan Mulan Jameela).
Maia selalu menekankan pentingnya kemandirian perempuan. Ia tak ragu bicara terbuka soal kesehatan (pernah operasi batu empedu), penampilan, hingga menolak gosip negatif. Ia jadi role model bagi banyak ibu karier: sukses profesional, bahagia pribadi, dan tetap dekat dengan anak.
Kesimpulan
Maia Estianty bukan sekadar penyanyi atau mantan istri selebriti—ia adalah perempuan tangguh yang membangun kerajaan sendiri dari nol. Dari keyboardis cilik di Surabaya hingga ikon musik nasional, perjalanannya penuh liku tapi inspiratif. Di tengah perubahan zaman, ia tetap relevan: lagu-lagunya timeless, bisnisnya berkembang, dan keluarganya harmonis. Maia membuktikan bahwa dengan bakat, kerja keras, dan sikap positif, perempuan bisa menaklukkan segala tantangan. Semoga ia terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi besar.
(FAQs) Tentang Maia Estianty
1.) Siapa Maia Estianty dan apa pencapaian terbesarnya di dunia musik?
Maia Estianty adalah penyanyi, pencipta lagu, dan produser asal Indonesia yang terkenal sebagai otak di balik duo Ratu. Pencapaian terbesarnya termasuk hits seperti “Teman Tapi Mesra” dan “Lelaki Buaya Darat” yang mendominasi chart 2000-an, serta pendirian Duo Maia pasca-perceraian.
2.) Berapa umur Maia Estianty sekarang dan di mana ia lahir?
Maia Estianty lahir pada 27 Januari 1976 di Surabaya, Jawa Timur. Pada tahun 2026, ia berusia 50 tahun dan masih sangat aktif di berbagai bidang.
3.) Siapa suami Maia Estianty saat ini dan bagaimana hubungannya dengan anak-anaknya?
Suami Maia saat ini adalah Irwan Mussry, yang dinikahinya sejak 2018. Ia memiliki tiga anak dari pernikahan sebelumnya dengan Ahmad Dhani: Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani, yang semuanya dekat dengannya dan sering muncul di konten keluarga.
4.) Mengapa duo Ratu bubar dan apa yang dilakukan Maia setelah itu?
Duo Ratu bubar pada 2007 karena konflik internal dan masalah pribadi Maia dengan Ahmad Dhani, yang berujung perceraian. Setelah itu, Maia membentuk Duo Maia dengan Mey Chan, merilis lagu-lagu baru, dan beralih ke karier solo serta bisnis.
5.) Apa bisnis dan aktivitas terkini Maia Estianty di luar musik?
Selain musik, Maia aktif di bisnis fashion, produksi, dan kuliner. Ia juga mengelola channel YouTube Maia Aleldul TV bersama anak-anaknya, sering tampil di TV, dan menjaga gaya hidup sehat serta kegiatan sosial-keagamaan.



