Viska Dhea Ramadhani: Dari Selebgram Lokal ke Pusat Skandal Nasional
Di awal tahun 2025, nama Viska Dhea Ramadhani tiba-tiba menjadi bahan perbincangan di seluruh penjuru media sosial Indonesia. Seorang ibu dua anak, SPG cantik di acara gantangan burung, sekaligus selebgram lokal asal Krian, Sidoarjo, mendadak jadi trending karena sebuah video syur berdurasi 1 menit 34 detik. Bukan karena dia sengaja mencari sensasi, melainkan karena video pribadi yang bocor dan menyebar bak api di jerami. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan hidupnya, kronologi kejadian, proses hukum, hingga dampaknya — dengan bahasa yang santai tapi tetap berbasis fakta.
Siapa Sebenarnya Viska Dhea Ramadhani?
Viska Dhea Ramadhani lahir dan besar di Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Saat kasus ini mencuat, usianya baru 27 tahun. Dia lulusan SMK PGRI 2 Sidoarjo dan menikah cukup muda. Dari pernikahannya, Viska dikaruniai dua anak yang masih balita. Sehari-hari, dia adalah ibu rumah tangga biasa yang juga sibuk mencari nafkah tambahan.
Sebelum namanya meledak karena hal negatif, Viska Dhea Ramadhani dikenal sebagai SPG (Sales Promotion Girl) di berbagai event gantangan burung kicau di Jawa Timur. Komunitas ini cukup besar dan fanatik, sehingga wajah cantik plus gaya berpakaian yang modis membuatnya cepat dikenal. Selain itu, dia aktif di Instagram dengan username @viska_rmdni dan beberapa akun TikTok cadangan. Kontennya biasa saja: OOTD, endorse produk kecantikan lokal, video bareng anak, dan sesekali live di acara burung.
Banyak yang bilang Viska Dhea Ramadhani termasuk tipe “selegram kampung naik kelas”. Followernya memang belum sampai ratusan ribu, tapi di lingkup Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik, dia sudah cukup punya nama. Penghasilannya dari endorse kecil-kecilan dan job SPG cukup untuk membantu ekonomi keluarga. Hidupnya terlihat biasa dan bahagia — sampai satu keputusan pribadi mengubah segalanya.
Awal Mula Hubungan Terlarang dengan Ichlas Budhi Pratama

Semuanya bermula dari pertemuan yang terlihat sangat biasa. Suatu hari, Viska Dhea Ramadhani dan Ichlas Budhi Pratama (37) bertemu di sebuah rumah makan di Surabaya lewat perkenalan teman. Ichlas saat itu masih berstatus karyawan tetap PT Petrokimia Gresik, sebuah BUMN besar. Dia sudah berkeluarga dan punya anak.
Setelah saling tukar nomor WhatsApp, komunikasi mereka cepat sekali memanas. Dari sekadar ngobrol biasa, berubah jadi flirting, lalu janjian ketemu. Menurut pengakuan di persidangan, mereka akhirnya menjalin hubungan intim berulang kali di beberapa hotel di wilayah Surabaya dan Gresik. Yang jadi masalah besar: Ichlas merekam salah satu sesi tersebut menggunakan ponsel pribadinya.
Pada tahap ini, keduanya tampaknya sama-sama sadar risiko, tapi tetap nekat. Tidak ada bukti bahwa Viska Dhea Ramadhani meminta direkam, tapi dia juga tidak menolak saat proses perekaman berlangsung. Video itu seharusnya bersifat sangat pribadi, hanya disimpan di galeri ponsel Ichlas dengan password. Sayangnya, kehidupan rumah tangga Ichlas sedang tidak harmonis, dan istrinya (inisial POD) curiga.
Bagaimana Video Itu Bocor dan Menjadi Viral?
Malam yang mengubah hidup Viska Dhea Ramadhani terjadi ketika POD tanpa sepengetahuan suaminya berhasil membuka ponsel Ichlas. Dia menemukan video tersebut, langsung syok berat, dan dalam kondisi emosi yang memuncak, memutuskan untuk menyebarkannya.
Awalnya video hanya dikirim ke WhatsApp suami Viska Dhea Ramadhani dan beberapa atasan Ichlas di Petrokimia. Namun dalam hitungan jam, video sudah menyebar ke grup-grup WhatsApp komunitas burung, lalu ke TikTok, Twitter, dan Telegram. Nama “Viska Dhea Ramadhani” langsung jadi kata kunci paling dicari di Google Trends Jawa Timur pada akhir Januari 2025.
Reaksi netizen sangat keras. Viska Dhea Ramadhani langsung dicap “pelakor kelas kakap”, meski banyak juga yang kasihan karena statusnya sebagai ibu dua anak. Akun Instagram dan TikTok miliknya diburu, screenshot, dan di-repost ribuan kali. Dalam waktu singkat, hidupnya yang dulu tenang berubah jadi mimpi buruk publik.
Proses Hukum yang Berjalan Sangat Cepat

Tanggal 26 Januari 2025, POD resmi melaporkan Ichlas dan Viska Dhea Ramadhani ke Polres Gresik dengan tuduhan penyebaran konten pornografi. Polisi bergerak cepat. Pada 3 Februari 2025, keduanya dijemput paksa di sebuah kafe di Surabaya saat sedang nongkrong bersama. Dua hari kemudian, 5 Februari, konferensi pers digelar dan wajah mereka berdua ditunjuk ke publik — keduanya hanya bisa tertunduk.
Berkas cepat dinyatakan P21. Sidang perdana digelar April 2025 di Pengadilan Negeri Gresik. Jaksa menuntut masing-masing 1 tahun 8 bulan penjara. Setelah melalui beberapa kali persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi (termasuk POD dan suami Viska Dhea Ramadhani), pembacaan dakwaan, dan pembelaan.
Puncaknya pada 25 Juni 2025, majelis hakim yang diketuai Bagus Trenggono menjatuhkan vonis 1 tahun 5 bulan penjara ditambah denda 30 juta rupiah (subsidair 1 bulan kurungan) kepada Viska Dhea Ramadhani dan Ichlas Budhi Pratama. Putusan ini berdasarkan Pasal 34 ayat (1) UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi jo Pasal 55 KUHP.
Dampak Besar pada Kehidupan Pribadi dan Keluarga
Bagi Viska Dhea Ramadhani, vonis itu bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang jauh lebih berat. Suaminya memilih memaafkan dan tidak menggugat cerai demi dua anak mereka yang masih sangat kecil. Keputusan ini diambil setelah musyawarah keluarga besar, meski banyak tekanan dari lingkungan.
Ichlas justru lebih tragis: langsung dipecat dari Petrokimia, kehilangan pekerjaan tetap, dan istrinya menggugat cerai. Anak-anak kedua belah pihak jadi korban tak bersalah yang harus menanggung malu di sekolah dan lingkungan.
Viska Dhea Ramadhani kehilangan semua job SPG dan endorse. Brand-brand kecil yang dulu antre mengajak kerja sama, kini menghilang. Media sosialnya mati total, beberapa akun bahkan dihapus permanen karena serangan cyberbullying yang sangat masif.
Pelajaran Berharga bagi Generasi Digital
Kasus Viska Dhea Ramadhani jadi cermin besar bagi kita semua, terutama yang aktif di media sosial:
- Rekaman intim, seprivat apa pun, tetap berisiko bocor.
- Perselingkuhan tidak hanya menghancurkan rumah tangga, tapi juga karir dan masa depan anak.
- UU Pornografi di Indonesia sangat ketat — bahkan konten yang dibuat suka-sama-suka tetap bisa dipidana jika sampai menyebar.
- Emosi sesaat (seperti yang dilakukan POD) bisa memperparah situasi dan membuat semua pihak jadi tersangka tambahan.
- Selebgram, sekecil apa pun followers-nya, tetap tokoh publik yang rentan jadi sasaran bullying.
Semoga kasus ini jadi pengingat bahwa satu keputusan ceroboh bisa mengubah hidup selamanya.
Kesimpulan
Kisah Viska Dhea Ramadhani bukan sekadar gosip semata, melainkan potret nyata tentang rapuhnya privasi di era digital, bahaya perselingkuhan, dan ketegasan hukum Indonesia terhadap konten pornografi. Dari seorang ibu rumah tangga biasa yang berusaha membantu ekonomi keluarga, dia kini harus menjalani hukuman penjara dan memulai hidup dari nol setelah bebas nanti. Semoga ada hikmah besar yang bisa dipetik semua pihak, dan semoga Viska Dhea Ramadhani serta keluarganya diberi kekuatan untuk bangkit kembali.
(FAQ) Tentang Viska Dhea Ramadhani
Siapa Viska Dhea Ramadhani sebenarnya?
Viska Dhea Ramadhani adalah warga Krian, Sidoarjo, berusia 27 tahun, ibu dua anak, mantan SPG event burung kicau, dan selebgram lokal yang terjerat kasus video syur bersama selingkuhannya.
Berapa lama video syur yang viral itu?
Video berdurasi 1 menit 34 detik, direkam di sebuah hotel di wilayah Surabaya-Gresik.
Apa vonis akhir yang diterima Viska?
1 tahun 5 bulan penjara + denda Rp30 juta (subsidair 1 bulan kurungan), sama dengan Ichlas Budhi Pratama.
Apakah suami Viska akhirnya menceraikannya?
Tidak. Suami memilih memaafkan dan mempertahankan pernikahan demi masa depan kedua anak mereka.
Apakah penyebar pertama (istri Ichlas) juga dipidana?
Hingga artikel ini ditulis, POD hanya berstatus sebagai pelapor dan saksi, belum ada proses hukum lanjutan terhadap dirinya atas penyebaran video.



