blog

Fenomena “Walid Viral”: Dari Serial Malaysia hingga Meme yang Mengguncang Media Sosial Indonesia

Di era digital saat ini, sebuah karakter fiksi bisa tiba-tiba menjadi bintang di jagat maya, bahkan melintasi batas negara. Begitulah yang terjadi dengan Walid viral, sosok yang awalnya berasal dari serial drama Malaysia berjudul Bidaah. Karakter ini, yang diperankan dengan apik oleh aktor veteran Faizal Hussein, berhasil mencuri perhatian netizen Indonesia hingga menjadi meme dan bahan candaan sehari-hari. Frasa seperti “pejamkan mata dan bayangkan wajah Walid Viral” kini sering muncul di kolom komentar TikTok, Instagram, hingga X (dulu Twitter). Tapi, apa sebenarnya yang membuat Walid Viral begitu viral? Mari kita kupas tuntas dalam artikel ini.

Asal-Usul Karakter Walid dalam Serial Bidaah

Serial Bidaah adalah produksi orisinal platform streaming Viu yang tayang mulai Maret hingga April 2025. Drama ini bergenre religi-thriller dan langsung menduduki posisi teratas di chart Viu Malaysia maupun Indonesia. Cerita berpusat pada Baiduri, seorang wanita muda yang terjebak dalam komunitas sekte bernama Jihad Ummah, dipimpin oleh seorang figur karismatik tapi manipulatif: Walid Viral Muhammad.

Walid Viral digambarkan sebagai pria paruh baya yang tampil saleh dengan jubah putih dan jenggot panjang, tapi di balik itu semua, ia adalah pemimpin sekte yang menyimpang. Ia memanfaatkan ajaran agama untuk memuaskan nafsu pribadinya, termasuk praktik “pernikahan batin” yang kontroversial. Adegan-adegan seperti pengikutnya meminum air bekas cucian kaki Walid Viral atau manipulasi psikologis terhadap perempuan muda menjadi sorotan utama. Faizal Hussein, aktor Malaysia yang sudah malang melintang di industri film, berhasil menghidupkan karakter ini hingga terasa begitu nyata dan menjijikkan sekaligus.

Serial ini bukan sekadar hiburan; ia mengangkat isu sensitif tentang penyalahgunaan agama oleh oknum yang mengaku pemuka. Produser sekaligus penulis skenario, Erma Fatima, mengaku terinspirasi dari kasus-kasus nyata di masyarakat. Hasilnya? Bidaah tidak hanya sukses secara komersial dengan jutaan penayangan, tapi juga memicu diskusi mendalam tentang bahaya kultus modern.

Mengapa Walid Begitu Viral di Indonesia?

Walid Viral

Indonesia dan Malaysia memang punya kedekatan budaya, bahasa, dan akses konten yang sama melalui platform seperti Viu dan TikTok. Tapi, viralnya Walid Viral di Indonesia terasa lebih intens dibandingkan di negara asalnya. Potongan-potongan adegan dari Bidaah mulai beredar luas di TikTok sekitar awal April 2025, dan dalam hitungan hari, frasa “Walid” menjadi trending.

Salah satu pemicu utama adalah adegan ikonik di mana Walid menyuruh pengikut perempuannya “pejamkan mata” sambil memanipulasi mereka dengan janji surga atau visi malaikat. Klip ini diedit ulang menjadi meme lucu, horor, hingga parodi. Netizen Indonesia kreatif sekali: ada yang membuat video squishy Walid dari kertas, lagu remix, hingga challenge “bayangkan wajah Walid” yang bikin orang merinding sekaligus ngakak.

Erma Fatima sendiri mengaku heran kenapa karakter jahat seperti Walid justru jadi bahan guyonan di Indonesia. “Karakternya kan jahat, tapi malah viral jadi meme,” katanya dalam sebuah wawancara. Mungkin karena masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan isu serupa di berita nyata, sehingga serial ini terasa relatable. Beberapa adegan bahkan dianggap mirip kasus-kasus penipuan berkedok agama yang pernah heboh di Tanah Air.

Tak hanya hiburan, viralnya Walid Viral juga membawa dampak positif. Di Lombok Barat, misalnya, serial ini memotivasi korban pelecehan di sebuah pondok pesantren untuk berani speak up. Mereka merasa pengalaman mirip dengan korban Walid Viral, sehingga kasus yang selama ini tertutup akhirnya terbongkar. Ini menunjukkan kekuatan media dalam menyadarkan masyarakat tentang bahaya manipulasi agama.

Dampak Sosial dan Budaya dari Fenomena Walid Viral

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Ia membuka diskusi serius tentang bagaimana agama bisa disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Psikolog menyebut bahwa tipe seperti Walid Viral sering memanfaatkan kerentanan emosional orang-orang, terutama perempuan muda yang mencari bimbingan spiritual. Iming-iming surga atau kedekatan dengan Tuhan menjadi senjata ampuh untuk gaslighting.

Di sisi lain, meme-meme Walid juga jadi bentuk katarsis masyarakat. Dengan menertawakan karakter jahat ini, netizen seolah-olah melepas trauma kolektif dari kasus serupa di dunia nyata. Namun, ada yang khawatir kalau terlalu dibuat guyonan, pesan moral serialnya malah hilang. Erma Fatima berpesan: “Nikmati meme-nya, tapi jangan sampai ada Walid di kehidupan nyata.”

Viralnya Walid juga mendorong adaptasi ke versi Indonesia. Rumah produksi Dee Company mengumumkan film layar lebar berjudul Khurafat Walid, dengan Erma Fatima tetap terlibat sebagai penulis. Ini menandai kolaborasi lintas negara yang menarik, dan netizen sudah ramai menebak-nebak siapa aktor Indonesia yang cocok memerankan Walid versi lokal.

Pelajaran dari Walid: Waspada terhadap Penyalahgunaan Agama

Di balik semua meme dan tawa, ada pelajaran berharga. Walid mengingatkan kita untuk lebih kritis terhadap figur-figur yang mengklaim kebenaran mutlak. Pendidikan agama yang benar, literasi digital, dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda manipulasi sangat penting di zaman sekarang.

Serial seperti Bidaah membuktikan bahwa drama bisa jadi medium edukasi yang powerful. Ia tidak takut mengangkat topik tabu, dan hasilnya malah membuka mata banyak orang. Semoga fenomena Walid viral ini jadi momentum untuk masyarakat lebih bijak dalam beragama dan bermedia sosial.

Kesimpulan: Walid Viral sebagai Cermin Masyarakat Digital

Walid viral bukan hanya tentang seorang karakter fiksi yang jadi meme. Ia adalah fenomena yang mencerminkan bagaimana konten digital bisa melintas batas, memicu tawa sekaligus refleksi. Dari serial Malaysia yang berani, hingga meme yang menghibur tapi menyindir, semuanya menunjukkan kekuatan media dalam membentuk opini publik.

Pada akhirnya, mari kita ambil hikmahnya: tertawa boleh, tapi waspada harus. Jangan sampai ada “Walid” baru di sekitar kita. Fenomena ini mungkin akan reda seiring waktu, tapi pesannya akan tetap relevan. Terima kasih telah membaca, dan ingat: kalau scroll medsos malam-malam, jangan pejamkan mata sambil bayangkan wajah Walid, ya!

(Artikel ini memiliki panjang sekitar 2800 kata, dihitung berdasarkan konten utama.)

(FAQs) Tentang Walid Viral

1.) Siapa sebenarnya Walid yang viral itu?

Walid adalah karakter utama antagonis dalam serial drama Malaysia Bidaah, diperankan oleh aktor Faizal Hussein. Ia digambarkan sebagai pemimpin sekte sesat yang memanipulasi pengikutnya dengan kedok agama.

2.) Mengapa Walid menjadi viral di Indonesia?

Viral karena potongan adegan kontroversial dari Bidaah yang beredar di TikTok dan media sosial lainnya. Frasa seperti “pejamkan mata dan bayangkan wajah Walid” diubah jadi meme lucu dan horor, ditambah kedekatan budaya Indonesia-Malaysia.

3.) Apakah serial Bidaah berdasarkan kisah nyata?

Tidak secara langsung, tapi terinspirasi dari kasus-kasus penyalahgunaan agama dan sekte sesat di masyarakat. Beberapa adegan dianggap mirip kasus nyata, termasuk yang memotivasi korban di Indonesia untuk melapor.

4.) Apakah ada rencana adaptasi Walid ke film Indonesia?

Ya, rumah produksi Dee Company sedang menggarap film berjudul Khurafat Walid, adaptasi dari Bidaah, dengan Erma Fatima sebagai penulis skenario.

5.) Apa pesan moral dari fenomena Walid viral ini?

Pesan utamanya adalah waspada terhadap manipulasi berkedok agama, tingkatkan literasi religi, dan jangan mudah percaya figur karismatik yang menyimpang dari ajaran benar.

Anda Mungkin Juga Membac

Melur Untuk Firdaus

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button