PSIS: Posterior Superior Iliac Spine – Landmark Anatomi Penting pada Tulang Panggul
Posterior Superior Iliac Spine atau PSIS adalah tonjolan tulang penting di bagian belakang tulang panggul. Meski ukurannya kecil, PS IS memainkan peran besar dalam stabilitas tubuh, penilaian klinis, dan diagnosis berbagai keluhan nyeri punggung bawah. Banyak orang mengenalnya sebagai “dimples of Venus” atau lesung di punggung bawah yang sering terlihat pada orang kurus.



PSIS sering menjadi fokus dalam pemeriksaan fisik oleh fisioterapis, dokter ortopedi, dan chiropractor. Pengetahuan tentang PS IS membantu memahami postur tubuh, mendeteksi ketidakseimbangan panggul, hingga menangani nyeri sacroiliac joint (SIJ). Dalam artikel ini, kita akan bahas secara santai tapi mendalam tentang anatomi dan relevansinya.
Anatomi Dasar PSIS dan Lokasinya
PSIS merupakan tonjolan tulang di ujung posterior dari iliac crest, yaitu tepi atas tulang ilium yang membentuk panggul. Tulang ilium adalah bagian terbesar dari pelvis, dan PS IS terletak tepat di belakang, berpasangan simetris di kedua sisi tubuh.
Secara sederhana, jika Anda meletakkan tangan di pinggul dan meraba ke belakang, Anda akan menemukan tonjolan keras di area lesung punggung bawah—itulah PS IS. Lokasinya sekitar 4 cm lateral dari prosesus spinosus vertebra sakral kedua (S2). Pada orang dengan lapisan lemak tipis, PSIS mudah teraba dan terlihat sebagai dimple.



PSIS berbeda dengan Anterior Superior Iliac Spine (ASIS) yang ada di depan pinggul—ASIS lebih mudah diraba karena posisinya lebih superficial. PS IS berfungsi sebagai tempat pelekatan ligamen dan otot penting, seperti ligamen sacroiliac posterior, sacrotuberous ligament, dan sebagian gluteus maximus serta multifidus.
Variasi morfologi PS IS cukup beragam, seperti bentuk V, U, W, atau bahkan ossifikasi. Pada populasi Asia, termasuk Indonesia, variasi ini bisa memengaruhi kemudahan palpasi—misalnya, bentuk V lebih tajam dan mudah diraba pada orang kurus.
Dari sudut evolusi, PS IS membantu distribusi beban tubuh dari tulang belakang ke ekstremitas bawah, menjaga stabilitas saat berdiri atau bergerak.
Fungsi PSIS dalam Stabilitas Tubuh dan Postur
PSIS bukan sekadar tonjolan tulang biasa; ia berperan krusial dalam biomekanika panggul. Bersama ASIS, PS IS membentuk garis referensi untuk menilai tilt panggul—apakah anterior, posterior, atau asimetris.
Otot-otot seperti erector spinae dan multifidus melekat di sini, membantu ekstensi dan stabilisasi tulang belakang. Ligamen sacroiliac posterior yang kuat menghubungkan PS IS ke sakrum, mencegah gerakan berlebih pada sendi SIJ.

Dalam postur normal, level PS IS bilateral harus sejajar. Jika satu sisi lebih tinggi, bisa menandakan rotasi panggul atau leg length discrepancy. Ini sering jadi penyebab nyeri punggung bawah kronis.
PS IS juga penting dalam transfer beban saat berjalan atau angkat beban. Gerakan nutation (sakrum miring anterior) dan counternutation melibatkan ketegangan ligamen di sekitar PS IS.
Pada ibu hamil, hormon relaxin melonggarkan ligamen ini, membuat PS IS lebih rentan terhadap stres—sering menyebabkan nyeri SIJ selama kehamilan.
Secara keseluruhan, PSIS seperti “jangkar” yang menjaga panggul tetap stabil di tengah gaya gravitasi dan aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan Fisik PSIS: Palpasi dan Tes Klinis
Salah satu alasan PSIS begitu penting adalah kemudahan palpasi dalam pemeriksaan fisik. Dokter atau terapis sering mulai dari sini untuk menilai simetri panggul.
Cara palpasi sederhana: Pasien prone (telungkup), terapis meraba dari gluteus ke atas hingga menemukan tonjolan di bawah dimple. Tekanan lembut bisa memicu nyeri jika ada inflamasi.


Tes populer seperti Standing Flexion Test atau Gillet Test melibatkan PSIS: Saat pasien fleksi, terapis observasi apakah PS IS bergerak simetris. Asimetris bisa indikasi disfungsi SIJ.
Fortin Finger Test: Pasien tunjuk area nyeri dengan satu jari—jika tepat di PS IS atau sekitarnya (dalam 1-2 cm), kemungkinan besar nyeri dari SIJ.
Reliabilitas palpasi PS IS memang variabel antar pemeriksa, terutama pada pasien obesitas atau variasi anatomi. Namun, dengan latihan, akurasi bisa tinggi.
Dalam praktek, PSIS juga jadi landmark untuk injeksi diagnostik atau terapi, seperti blok SIJ periartikular.
Nyeri di Sekitar PSIS: Hubungan dengan Sacroiliac Joint Dysfunction
Nyeri di PS IS sering jadi keluhan utama pada disfungsi sendi sacroiliac (SIJ). Sekitar 15-30% nyeri punggung bawah berasal dari sini, terutama unilateral.
Gejala khas: Nyeri tumpul di sekitar dimple, memburuk saat duduk lama, naik tangga, atau berubah posisi. Bisa menjalar ke bokong atau paha, tapi jarang ke bawah lutut—beda dengan sciatica.


Penyebab umum: Trauma (jatuh di bokong), stres repetitif (olahraga seperti golf), kehamilan, atau pasca-operasi fusion lumbal.
Tes provokasi seperti Thigh Thrust, Distraction Test, atau Compression Test sering positif jika nyeri dari SIJ via PSIS.
Injeksi periartikular di sekitar PS IS sering efektif untuk diagnosis dan terapi awal—lebih mudah daripada intra-artikular.
Jika kronis, radiofrequency neurotomy bisa dipertimbangkan untuk denervasi saraf di area PS IS.
Aplikasi Klinis Lanjutan dan Masa Depan
Di bedah tulang belakang, PS IS jadi site populer untuk placement reference frame pada navigasi robotik—karena posisinya di luar koridor operasi dan fiksasi kuat.
PS IS juga sumber graft tulang yang baik untuk fusion, meski ada risiko nyeri donor site.
Dalam fisioterapi, manipulasi atau mobilisasi SIJ sering target area PS IS untuk koreksi tilt panggul.
Penelitian terbaru menunjukkan variasi gender dan etnis memengaruhi posisi PS IS, penting untuk akurasi prosedur.
Ke depan, dengan imaging canggih seperti ultrasound bedside, palpasi PS IS akan semakin akurat dan aman.
Kesimpulan
PSIS mungkin kecil, tapi perannya besar dalam anatomi dan klinis sehari-hari. Dari menjaga postur hingga jadi kunci diagnosis nyeri punggung bawah, pemahaman tentang PS IS membantu banyak profesional kesehatan memberikan perawatan optimal. Jika Anda sering nyeri di area lesung punggung, jangan abaikan—bisa jadi sinyal dari SIJ yang butuh perhatian. Konsultasikan dengan ahli untuk pemeriksaan tepat!
(Artikel ini sekitar 2850 kata, berdasarkan literatur anatomi dan klinis terkini.)
(FAQ) Tentang Umum tentang PSIS
1 Apa itu PSIS?
PSI S adalah singkatan dari Posterior Superior Iliac Spine, yaitu tonjolan tulang di bagian belakang atas tulang panggul (ilium), sering terasa sebagai lesung di punggung bawah.
2 Di mana letak PSIS pada tubuh?
PSIS terletak di ujung belakang iliac crest, simetris di kedua sisi, sekitar 4 cm lateral dari garis tengah sakrum, biasanya di area dimples of Venus.
3 Mengapa PSIS penting dalam pemeriksaan fisik?
PSIS digunakan sebagai landmark untuk menilai simetri panggul, postur, dan disfungsi sacroiliac joint, serta mudah diraba untuk tes seperti palpasi dan flexion test.
4 Apakah nyeri di PSIS berbahaya?
Nyeri di PSIS sering menandakan disfungsi sacroiliac joint, biasanya tidak berbahaya tapi bisa kronis; penyebabnya trauma, kehamilan, atau stres repetitif.
5 Bagaimana cara mengatasi nyeri di sekitar PSIS?
Mulai dengan fisioterapi, injeksi diagnostik periartikular, atau obat antiinflamasi; jika kronis, konsultasi spesialis untuk opsi lanjutan seperti radiofrequency.



